Ia menduga ruangan yang menyerupai bunker itu sengaja dibuat sebagai tempat penyimpanan barang-barang tertentu tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Bahkan, menurutnya, terdapat akses masuk dari bagian belakang yang diduga dapat digunakan untuk aktivitas secara tertutup.
Untung juga mempertanyakan keberadaan alat pembuat peluru di lingkungan sekolah yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA.
Menurutnya, keberadaan perlengkapan tersebut sangat tidak wajar dan harus diusut hingga tuntas.
Hingga kini, seluruh barang bukti yang telah ditemukan berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Selatan.
Yayasan berharap pembongkaran ruangan yang diduga bunker dapat segera dilakukan agar tidak ada lagi barang berbahaya yang tersembunyi dan proses penyelidikan dapat berjalan secara menyeluruh. ***
Artikel Terkait
KKB Diduga Serang Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Lima Orang Dilaporkan Tewas
YouTube Kena Tegur Komdigi Gegara Live Bigmo yang Promosi Vape Libatkan Anak
Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok
Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau
Sindikat Sabu Lintas Pulau Tumbang di Banyuwangi, BNNK Sita Ratusan Gram Barang Haram hingga Mobil Mewah
Anjing Pelacak Dikerahkan, Polisi Bawa Pelaku ke Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok