INSIBERNEWS - Upaya pemberantasan barang haram di wilayah ujung timur Pulau Jawa kembali membuahkan hasil yang memuaskan.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi sukses menggulung sebuah sindikat besar peredaran narkotika yang disinyalir kuat memiliki benang merah dengan jaringan kelas kakap di Madura, Surabaya, hingga Pulau Dewata, Bali.
Pengungkapan yang cukup dramatis ini bermula dari serangkaian penggerebekan di dua lokasi perumahan elit yang berada di Kecamatan Kalipuro pada Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau
Menariknya, operasi senyap kali ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum semata. Turut hadir menyaksikan jalannya penggeledahan, perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banyuwangi beserta jajaran pengurus PCNU setempat.
Pelibatan tokoh masyarakat dan unsur pemerintah daerah ini menjadi simbol nyata bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan generasi muda di Bumi Blambangan.
Perburuan para terduga pengedar ini dilakukan secara beruntun dalam satu hari. Titik pertama berlokasi di Perum Argopuro Blok C-32, Kelurahan Klatak, yang digeledah petugas pada pukul 10.30 WIB.
Baca Juga: Heboh! Pria Dibacok Samurai karena Utang Rp150 Ribu di Bandung, Ini Kronologinya
Tak berselang lama, tim kembali bergerak ke lokasi kedua di Perum Green Kalipuro sekitar pukul 13.00 WIB. Dari dua tempat kejadian perkara tersebut, petugas berhasil mengamankan lima orang pria berinisial NF, AK, MRH, AR, dan AP yang diduga berperan penting dalam jaringan ini.
Saat melakukan penyisiran di dalam rumah, petugas mendapati temuan barang bukti yang cukup fantastis.
Sebanyak 175 paket sabu siap edar dengan berat kotor mencapai 166,15 gram berhasil disita beserta perlengkapan operasional mereka, seperti alat hisap (bong), timbangan digital, hingga ribuan klip plastik pengemas.
Tak berhenti di situ, BNNK juga menyita deretan aset yang diyakini sebagai hasil pencucian uang bisnis haram tersebut, mulai dari mobil Toyota Camry, Daihatsu Ayla, sepeda motor Honda Beat, hingga berbagai perangkat elektronik canggih.
Berdasarkan pendalaman sementara dari pihak penyidik, kelima tersangka ini bukanlah pemain amatir, melainkan roda penggerak dari kartel narkoba lintas wilayah.
Artikel Terkait
Heboh! Pria Dibacok Samurai karena Utang Rp150 Ribu di Bandung, Ini Kronologinya
YouTube Kena Tegur Komdigi Gegara Live Bigmo yang Promosi Vape Libatkan Anak
Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Dipimpin Prabowo, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan Perumahan
Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok
Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau