Ia mengungkapkan, secara umum sebagian besar SPPG telah memenuhi standar yang ditetapkan BGN. Meski demikian, masih ditemukan beberapa dapur yang memerlukan pembenahan.
BGN, kata Sudaryono, akan memberikan pendampingan kepada SPPG yang masih memiliki kekurangan.
Namun, apabila setelah dievaluasi tetap tidak mampu memenuhi standar operasional, pemerintah tidak akan ragu menghentikan operasionalnya.
"Kalau memang tidak bisa diperbaiki dan tetap tidak memenuhi standar, maka SPPG tersebut akan kami tutup," tegas Sudaryono.
Langkah pengawasan ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya inspeksi serupa juga rutin dilakukan oleh mantan Kepala BGN, Nanik Deyang.
Kini, di bawah kepemimpinan Sudaryono, pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dipastikan akan terus diperketat demi menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat. ***
Artikel Terkait
Bupati Lombok Barat Resmi Jadi Tersangka KPK, 19 Orang Diamankan dalam OTT
Heboh Flexing Anak Pejabat, Nevi Rizal Akhirnya Mundur dari Jabatan Akui Tanggung Jawab Moral
Miris Tapi Bikin Bangga! Siswa SD di Grobogan Tetap Semangat Belajar dan Santap MBG di Antara Puing Kelas
Iran Ancam Balas Keras Jika Infrastruktur Diserang, Ketegangan dengan AS di Selat Hormuz Memanas
SPJ Fiktif hingga Mark Up Anggaran, Kades di Bengkulu Terjerat Korupsi Dana Desa Rp577 Juta untuk Bayar Utang
Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup, Ternyata Terkendala Modal dan Lahan