INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluapkan amarah dan kecaman keras atas insiden penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Serangan berdarah di wilayah Papua Pegunungan tersebut secara tragis merenggut nyawa warga sipil, di mana dua di antaranya merupakan putra daerah NTT yang tengah mendedikasikan hidupnya untuk melayani masyarakat setempat.
Suasana duka yang mendalam menyelimuti landasan Bandara El Tari Kupang pada Jumat pagi saat jenazah salah satu korban, Wili Mbuik, dipulangkan.
Wili merupakan seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di Dinas Pertanian Jayawijaya, sekaligus satu dari dua korban tewas asal NTT yang masing-masing tercatat sebagai warga Rote Ndao dan Maumere.
"Kami mengutuk keras, tindakan biadab KKB terhadap warga NTT yang sudah menjadi korban," tegas Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dengan nada penuh amarah saat hadir langsung memimpin prosesi penyambutan jenazah warganya di bandara.
Johni sangat menyayangkan tindakan kelompok separatis tersebut yang secara membabi buta menyasar warga sipil pekerja keras tanpa alasan yang jelas.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan para korban di tanah Papua murni untuk menopang kehidupan masyarakat pedalaman melalui sektor pertanian, sama sekali tidak ada kaitannya dengan angkat senjata.
“Mereka di sana bukan untuk berperang, tetapi mereka datang untuk mengabdi serta melayani masyarakat di daerah tersebut. Mengapa harus dibunuh?” ucap mantan Kapolda NTT tersebut mempertanyakan hilangnya nilai kemanusiaan dari para pelaku penyerangan.
"Kalian sangat biadab, terkutuk semuanya," kecam Johni yang menilai tindakan tersebut sangat tidak beragama, sembari mendesak aparat penegak hukum untuk segera memburu dan mengadili para pelaku sesuai aturan negara.
Kedatangan peti jenazah yang diusung oleh barisan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu langsung disambut isak tangis histeris pihak keluarga.
Setelah mendapat penghormatan terakhir dari jajaran pejabat Pemprov NTT, jenazah Wili dimasukkan ke dalam ambulans untuk diberangkatkan menyeberangi lautan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Rote Ndao.***
Artikel Terkait
Terjadi Lagi! Dugaan Keracunan MBG di Blora, 137 Orang Alami Sakit Perut hingga Diare
Nekat Terobos Jalur Ilegal Saat Semeru Ditutup, 8 Pendaki Langsung Masuk Daftar Hitam
BNPB Pastikan Kesiapsiagaan Tsunami Banten Saat Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada
Gegara Puntung Rokok, Tumpukan Sampah di Belakang SMKN 61 Pulau Tidung Hangus Terbakar