Miris Tapi Bikin Bangga! Siswa SD di Grobogan Tetap Semangat Belajar dan Santap MBG di Antara Puing Kelas

Photo Author
- Kamis, 23 Juli 2026 | 15:09 WIB
Menyoroti viralnya potret para siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah yang menikmati MBG di antara puing bangunan sekolahnya yang rusak. (Instagram.com/@voktis.id)
Menyoroti viralnya potret para siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah yang menikmati MBG di antara puing bangunan sekolahnya yang rusak. (Instagram.com/@voktis.id)

INSIBERNEWS - Sebuah pemandangan yang menyayat hati sekaligus mengundang decak kagum tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Publik dibuat terenyuh oleh potret para pelajar SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang tetap menunjukkan semangat pantang menyerah.

Di tengah kondisi bangunan sekolah yang hancur dan nyaris rata dengan tanah, anak-anak ini masih memancarkan antusiasme luar biasa untuk terus menimba ilmu.

Kehebohan ini bermula dari sebuah unggahan viral di akun Instagram @voktis.id pada Kamis (23/7/2026). Dalam jepretan kamera tersebut, terlihat momen kontras saat para murid dengan asyiknya menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat di area puing-puing reruntuhan.

Salah satu foto secara gamblang merekam seorang siswi yang sedang memegang erat ompreng makannya dengan latar belakang ruang kelas yang atapnya sudah ambruk total, seolah menjadi simbol perlawanan terhadap keterbatasan fasilitas.

Baca Juga: Heboh Flexing Anak Pejabat, Nevi Rizal Akhirnya Mundur dari Jabatan Akui Tanggung Jawab Moral

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, institusi pendidikan dasar tersebut dilaporkan telah kehilangan fungsi dari empat ruang kelas utamanya akibat kerusakan struktural yang teramat parah.

Demi memastikan hak pendidikan anak-anak tidak terenggut dan proses belajar tetap berjalan, pihak pengelola sekolah terpaksa memutar otak mencari solusi darurat.

Salah satu cara taktis yang ditempuh adalah dengan menyekat satu ruang kelas yang masih tersisa menjadi dua bagian hanya dengan menggunakan lembaran tripleks seadanya.

Perombakan tata letak ruangan pun terpaksa dilakukan secara menyeluruh agar seluruh kegiatan operasional sekolah tidak lumpuh. Siswa kelas 5 kini harus berlapang dada karena ruang belajar mereka dialihkan sementara ke area musala sekolah.

Sementara itu, ruangan yang sedianya difungsikan sebagai perpustakaan kini disulap menjadi ruang majelis guru agar para tenaga pendidik tetap memiliki tempat untuk berkoordinasi.

Baca Juga: Kejar Swasembada, Mentan Amran Tantang Investor Bangun 20 Peternakan Sapi Perah Raksasa di RI

Menyikapi viralnya potret anak didiknya di media sosial, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, akhirnya buka suara menceritakan kronologi pilu tersebut.

Ia menjelaskan bahwa musibah ambruknya atap sekolah sebenarnya sudah mulai terjadi perlahan sejak awal Januari 2026 silam. Walau dihadapkan pada realita fasilitas yang sangat memprihatinkan, ia merasa bersyukur karena semangat belajar dan keceriaan para siswa saat menyantap hidangan bergizi sama sekali tidak luntur.

"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4. Konstruksi bangunan memang sudah usang dan keropos dimakan rayap," ungkap Juwariyah merinci urutan ambruknya ruangan tersebut kepada awak media pada Kamis (23/7/2026).

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X