Heboh Flexing Anak Pejabat, Nevi Rizal Akhirnya Mundur dari Jabatan Akui Tanggung Jawab Moral

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:59 WIB
Menyoroti pengunduran diri pejabat Pemkab Gayo Lues, Nevi Rizal usai sebelumnya viral skandal flexing anaknya di tengah krisis warga.  (Instagram.com/@medsosaceh)
Menyoroti pengunduran diri pejabat Pemkab Gayo Lues, Nevi Rizal usai sebelumnya viral skandal flexing anaknya di tengah krisis warga. (Instagram.com/@medsosaceh)

Anak Nevi Rizal Minta Maaf atas Konten Flexing

Sementara itu, Dea Arranoya yang menjadi pusat perhatian publik telah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Gayo Lues melalui surat tertanggal 22 Juli 2026.

Dalam pernyataannya, Dea mengakui bahwa unggahan yang dibuatnya merupakan kesalahan dan dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan," tulis Dea.

Baca Juga: Gudang Pabrik Sandal di Karanganyar Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Ia mengakui unggahan tersebut lahir dari kelalaian, kurangnya kedewasaan, serta ketidakbijaksanaan dalam menggunakan media sosial.

Hapus Seluruh Unggahan dan Berjanji Tidak Mengulangi

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Dea menyatakan telah menghapus seluruh konten yang memicu kontroversi dari akun media sosial miliknya.

Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik serta berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan peka terhadap kondisi masyarakat.

"Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar," tulisnya.

Baca Juga: Ni Luh Djelantik Kecam Video Viral Penjahit di Bali yang Diduga Hina dan Ancam Pelanggan

Kasus ini menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai pengingat bagi para pejabat maupun keluarganya agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Selain menjaga etika sebagai figur publik, mereka juga diharapkan mampu menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat, terutama ketika daerah tengah menghadapi situasi sulit. ***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X