Diduga Salah Prosedur Imunisasi, Bayi 9 Bulan di Bekasi Alami Radang Selaput Otak

Photo Author
- Jumat, 3 Juli 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi Bayi  (Foto : Siloam Hospitals)
Ilustrasi Bayi (Foto : Siloam Hospitals)

INSIBERNEWS - Kekhawatiran mendalam kini tengah menggelayuti sebuah keluarga di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hari-hari yang seharusnya dipenuhi canda tawa berubah menjadi ketegangan emosional setelah buah hati mereka yang baru berusia sembilan bulan terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami kejang-kejang hebat usai menerima tindakan imunisasi.

Insiden medis ini diduga kuat dipicu oleh pemberian jenis vaksin yang tidak sesuai dengan rekam medis atau ketentuan usia sang bayi.

Baca Juga: Bali Dijagokan Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional, Pemerintah Kaji Tiga Kawasan Strategis

Balita malang tersebut saat ini masih berada di bawah pengawasan ketat tim dokter di ruang perawatan intensif guna memulihkan stabilitas kondisi fisiknya.

Orang tua korban didera kecemasan luar biasa sembari terus menanti perkembangan klinis anaknya yang sempat mengalami penurunan kesadaran pasca-serangan kejang, sembari menuntut transparansi penuh dari pihak fasilitas kesehatan yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Ramai Dikecam karena Lirik Lagu, Bupati Purwakarta Om Zein: Itu Bukan untuk Merendahkan Perempuan

Berdasarkan penuturan awal dari pihak keluarga, peristiwa memilukan ini bermula ketika sang ibu membawa bayinya ke fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan asupan imunisasi rutin.

Namun, selang beberapa jam setelah kembali ke rumah, temperatur tubuh sang anak mendadak melonjak drastis hingga memicu kepanikan seluruh isi rumah saat tubuh mungil tersebut mulai kaku dan bergetar tanpa kendali.

"Anak saya awalnya sehat dan ceria, tetapi tidak lama setelah disuntik badannya langsung panas tinggi dan kejang-kejang hebat," Ungkap sang ibu dengan suara bergetar dan tetesan air mata yang tak terbendung, mengenang kembali detik-detik mencekam saat dirinya menyaksikan sang buah hati berjuang melawan efek samping obat yang diduga keliru tersebut di atas tempat tidur.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2295 Orang Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung

Merespons kabar yang mulai menyita perhatian publik ini, Dinas Kesehatan Kota Bekasi dilaporkan langsung bergerak taktis dengan menerjunkan tim khusus untuk melakukan audit investigasi.

Petugas berwenang akan memeriksa secara menyeluruh mulai dari prosedur operasional pencampuran obat, riwayat logistik rantai dingin vaksin, hingga memeriksa para tenaga medis yang bertugas pada hari kejadian guna mengungkap ada tidaknya unsur kelalaian profesi.

Baca Juga: Aturan Pajak Marketplace Mulai Berlaku Agustus 2026, DJP Pastikan Pedagang Kecil Dikecualikan

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X