Sementara itu, tiga korban lainnya yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari juga dilaporkan menyusul gugur akibat serangan infeksi bakteri tuberkulosis paru aktif, pneumonia akut pasca-terapi oksigen di ICU, hingga komplikasi henti jantung mendadak di RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Pihak kementerian menggarisbawahi bahwa khusus untuk mendiang Nola Dya Sari, tim penguji memang sempat menyematkan catatan medis berupa kelebihan berat badan (overweight), meski parameter fungsional tubuhnya yang lain tetap dinyatakan lolos seleksi.
Saat ini, Kemhan bersama tim dokter independen masih terus melakukan audit mendalam terhadap seluruh ekosistem pelatihan guna mengantisipasi risiko serupa di masa depan.(*)
Artikel Terkait
Sokong Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Datangkan 450 Ribu Barel Minyak Mentah dari Aljazair
Ramai Soal Pajak Dana JHT, Menkeu Janji Tinjau Lagi Aturan Bersama Ditjen Pajak
Komnas Perempuan Soroti Kasus YTR, Nilai Belum Memenuhi Unsur Penyiksaan Menurut Konvensi PBB
AS Balas Serangan di Selat Hormuz, Jet Tempur Gempur Target Militer Iran
OJK Beberkan Dampak Pelemahan Rupiah, Stabilitas Perbankan Dipastikan Masih Aman