Baca Juga: Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Perlintasan Ditindak Tegas
Pencalonan Eddy dinilai sebagai langkah strategis Indonesia untuk memperkuat representasi negara berkembang, khususnya kawasan Asia Tenggara, dalam lembaga hukum global tersebut.
Namun, harapan itu harus pupus setelah ia wafat sebelum proses pemilihan hakim yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di New York, Amerika Serikat.
Sosok Inspiratif dan Pembelajar Sejati
Eddy Pratomo dikenal sebagai diplomat yang berdedikasi tinggi dan memiliki semangat belajar yang tak pernah padam. Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahkan menyebutnya sebagai sosok langka di dunia diplomasi Indonesia.
Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mandaya, Tangerang, Banten, pada pagi hari. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia diplomasi dan akademik Indonesia.
Warisan pemikiran dan kontribusinya dalam bidang hukum laut serta hubungan internasional akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan Indonesia di kancah global. ***
Artikel Terkait
Update Terbaru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang
KJRI Jeddah Turun Tangan Usai Bus Jemaah Haji RI Kecelakaan di Arab Saudi, 10 Orang Terluka
Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dedi Mulyadi Minta Premanisme di Perlintasan Ditindak Tegas
KAI Perketat Penertiban Perlintasan Liar Usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Warga Diminta Taat Aturan
Dugaan Penganiayaan ART di Bintaro, Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi
Menkeu Purbaya Pastikan Pajak Tak Naik, Prioritas Jaga Daya Beli Masyarakat