Profil Eddy Pratomo, Diplomat RI yang Tutup Usia Jelang Pencalonan Hakim ITLOS

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 30 April 2026 | 10:01 WIB
Profil Eddy Pratomo, Diplomat RI yang Tutup Usia Jelang Pencalonan Hakim ITLOS (Istimewa)
Profil Eddy Pratomo, Diplomat RI yang Tutup Usia Jelang Pencalonan Hakim ITLOS (Istimewa)

 

INSIBERNEWS - Kabar duka datang dari dunia diplomasi Indonesia. Diplomat senior sekaligus pakar hukum internasional, Eddy Pratomo, meninggal dunia pada Rabu, 29 April 2026, dalam usia 72 tahun.

Informasi wafatnya mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 2009–2013 tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial resminya. 

Dalam pernyataannya, Kemlu menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan,” tulis Kemlu RI.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Pajak Tak Naik, Prioritas Jaga Daya Beli Masyarakat

Kiprah Panjang di Dunia Diplomasi dan Akademik

Eddy Pratomo dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam bidang hukum internasional, khususnya hukum laut. Sepanjang kariernya, ia berperan besar dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jerman, termasuk dalam peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Tak hanya itu, ia juga aktif dalam berbagai perundingan penting, terutama terkait penetapan batas maritim Indonesia dengan negara lain. Pengalamannya di bidang ini membuatnya dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI serta Utusan Khusus Presiden untuk isu batas maritim Indonesia-Malaysia.

Di dunia akademik, Eddy menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila sejak 2020 hingga akhir hayatnya. Ia juga merupakan Guru Besar Hukum Laut di Universitas Diponegoro, yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu hukum maritim di Indonesia.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan ART di Bintaro, Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi

Pada Mei 2025, pemerintah Indonesia mengusulkan nama Eddy Pratomo sebagai calon hakim di International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) untuk masa jabatan 2026–2035.

ITLOS merupakan lembaga peradilan internasional independen yang dibentuk berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982. 

Pengadilan ini memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa terkait hukum laut, termasuk eksplorasi sumber daya, perlindungan lingkungan laut, serta batas wilayah maritim antarnegara.

Berkedudukan di Hamburg, Jerman, ITLOS menjadi salah satu institusi kunci dalam menjaga ketertiban hukum di wilayah perairan internasional.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X