Misteri Tewasnya Satpam Jatiluhur, Gubernur KDM Desak Polisi Usut Tuntas Kematian hingga Sentil Keras Pengelola Waduk

Photo Author
- Selasa, 28 Juli 2026 | 15:16 WIB
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)


INSIBERNEWS - Penemuan jasad Sumarna (41), seorang petugas keamanan yang tewas mengambang dengan kondisi tangan terborgol di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, memicu keprihatinan banyak pihak.

Kasus tragis ini bahkan langsung menyita perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut secara khusus mendesak jajaran Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta untuk bergerak cepat dan segera membongkar teka-teki di balik kematian sang satpam.

Merespons desakan tersebut, pihak kepolisian terus melakukan langkah investigasi mendalam untuk mengusut tuntas perkara ini. Dalam laporan terbarunya kepada Gubernur Dedi, penyidik Polres Purwakarta mengonfirmasi bahwa mereka telah memanggil dan memeriksa 15 orang saksi yang diduga memiliki keterkaitan dengan keseharian korban.

Selain itu, petugas juga mulai merangkai berbagai kemungkinan motif yang melatarbelakangi insiden maut tersebut, termasuk mendalami rekam jejak urusan pribadi maupun konflik keluarga korban.

Baca Juga: Gara-Gara Rebut Antrean Sate Taichan, Prajurit TNI Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Tangerang

"CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan, kemudian ada hipotesa-hipotesa atau kemungkinan berkaitan dengan korban seperti masalah pribadi atau keluarga sudah kami dalami," urai perwakilan Polres Purwakarta saat memberikan penjelasan, seperti yang terekam dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026).

Kendati penyelidikan terus berjalan, polisi secara blak-blakan mengakui adanya kendala teknis di tempat kejadian perkara (TKP).

Minimnya fasilitas penerangan serta tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di area dalam Waduk Jatiluhur menjadi hambatan utama dalam melacak jejak terakhir korban maupun para terduga pelaku. Alhasil, pihak berwajib terpaksa harus bekerja ekstra dengan menyisir dan mengandalkan rekaman CCTV dari area luar hingga ruas jalan raya di sekitar kawasan waduk.

Baca Juga: Seorang Dokter Intern Ditemukan Tewas di Apartemen Kalibata, Polisi Selidiki Penyebab Jatuh dari Lantai 18

Fakta mengenai minimnya pengamanan di fasilitas vital sekelas Waduk Jatiluhur ini sontak membuat Dedi Mulyadi meradang. Ia memberikan sentilan tajam kepada Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pihak pengelola yang dinilai abai terhadap standar keamanan infrastruktur bendungan.

Menurutnya, sebuah objek vital negara yang menopang hajat hidup jutaan warga di kawasan Bekasi, Karawang, hingga Jakarta, sudah sepatutnya memiliki pengawasan berlapis dan fasilitas keamanan tingkat tinggi.

"Ini titik lemah PJT II. Masa objek vital enggak ada CCTV-nya? Bahkan harus ada command center biar ada yang mengawasi 24 jam. Yang jelas, optimis bisa tangkap pelakunya ya?" cecar Dedi menuntut komitmen kepolisian, yang kemudian langsung dijawab dengan tegas oleh anggota Polres Purwakarta, "Optimis bisa (diungkap)."

Baca Juga: Geger! Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Ngambang dengan Tangan Terborgol, Diduga Kuat Korban Pembunuhan

Seperti diketahui, insiden yang menimpa Sumarna ini mulai mencuat dan menggegerkan publik setelah jasadnya dievakuasi pada Jumat (24/7/2026) lalu. Kejanggalan sangat terasa lantaran korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas satpam lengkap, namun dengan kedua pergelangan tangan yang terkunci rapat oleh borgol besi. Saat ini, masyarakat luas sangat menantikan titik terang penyidikan kepolisian yang masih berpacu dengan waktu mengumpulkan barang bukti serta menunggu hasil otopsi forensik secara menyeluruh.***

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X