Koalisi pekerja transportasi bahkan dikabarkan bersiap menggelar aksi protes besar-besaran di Manila sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi ini.
Untuk meredam krisis, pemerintah Filipina mulai mengambil langkah strategis. Salah satunya adalah mencari alternatif pasokan energi dari berbagai negara seperti Rusia, China, dan kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor di Pacitan, Diduga Hindari Polisi Berujung Tabrak Tiang
Dalam perkembangan terbaru, Filipina juga dilaporkan kembali mengimpor minyak dari Rusia setelah jeda selama lima tahun. Pengiriman tersebut dilakukan melalui kapal tanker yang membawa sekitar 100.000 ton minyak jenis ESPO Blend menuju terminal di Bataan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan pasokan energi dalam jangka pendek.
Krisis energi ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi nasional. Aktivitas industri, distribusi barang, hingga mobilitas masyarakat ikut terganggu.
Jika konflik global terus berlanjut, Filipina berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar. Oleh karena itu, kebijakan jangka panjang terkait ketahanan energi menjadi semakin penting untuk menghindari krisis serupa di masa depan. ***
Artikel Terkait
Kasus Video Viral Asusila Oknum Polisi NTT Terungkap, Diduga Ada Unsur Ancaman
Rem Blong Buat Travel Masuk Jurang di Majalengka, 6 Penumpang Tewas dan Belasan Luka-luka
Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor di Pacitan, Diduga Hindari Polisi Berujung Tabrak Tiang
Viral Video Joget, Operasional SPPG Batujajar Dihentikan Sementara oleh BGN
Tabel Gizi MBG Ramadan Tuai Sorotan, Dikritik Konten Kreator Berpotensi Picu Salah Tafsir