INSIBERNEWS - Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi topik hangat selama Ramadan 2026. Kali ini, perbincangan tidak hanya berfokus pada porsi dan harga, tetapi juga pada kejelasan informasi nilai gizi yang disertakan dalam setiap paket makanan.
Seorang kreator konten yang aktif membahas isu nutrisi, Hanna @hannagizii, mengangkat isu ini melalui unggahan videonya. Ia menyoroti tabel kandungan gizi yang tercantum dalam salah satu paket MBG yang dibagikan pada 9 Maret 2026.
Dalam video tersebut, Hanna mempertanyakan keakuratan serta cara penyajian data yang dinilai berpotensi membingungkan masyarakat.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor di Pacitan, Diduga Hindari Polisi Berujung Tabrak Tiang
Potensi Salah Tafsir dalam Informasi Gizi
Hanna mencontohkan salah satu menu berupa dimsum yang tercantum dalam daftar makanan. Ia menilai bahwa penulisan kandungan protein pada tabel tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Menurutnya, angka protein yang ditampilkan seolah-olah merujuk pada satu buah dimsum, padahal kemungkinan besar merupakan total protein dari seluruh paket makanan. Hal ini dinilai dapat membuat pembaca salah mengartikan nilai gizi yang sebenarnya.
“Penyajian tabel seperti ini bisa membuat orang berpikir satu dimsum mengandung protein sangat tinggi, padahal itu tidak masuk akal,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus Video Viral Asusila Oknum Polisi NTT Terungkap, Diduga Ada Unsur Ancaman
Ia juga menekankan pentingnya empati dalam menyusun informasi publik, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi masyarakat.
Selama Ramadan, menu MBG memang mengalami penyesuaian dengan menyediakan makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Selain itu, setiap paket kini dilengkapi informasi kandungan gizi dan estimasi harga.
Langkah ini diambil setelah muncul berbagai kritik di media sosial terkait ketidaksesuaian antara anggaran yang berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 dengan kualitas dan kuantitas makanan yang diterima.
Baca Juga: KPK Kembali Tahan eks Menag Yaqut, Tangan Tanpa Borgol Jadi Sorotan
Namun, menurut Hanna, transparansi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan penyajian data yang jelas dan mudah dipahami. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar lebih teliti dalam menyusun informasi.
Dalam konteks program MBG yang menyasar anak-anak sekolah, akurasi informasi gizi menjadi sangat krusial. Sebagai gambaran, kebutuhan protein harian anak usia 4–6 tahun berkisar 25 gram, sementara anak usia 7–9 tahun membutuhkan sekitar 40 gram protein per hari.
Artikel Terkait
Usai Lebaran di Rumah Gus Yaqut Kembali Ditahan KPK, Begini Kata Kuasa Hukum
ASN DKI Wajib Ngantor Lagi Mulai 30 Maret, Pramono Siapkan Sanksi Bagi yang Absen Tanpa Alasan
Kasus Video Viral Asusila Oknum Polisi NTT Terungkap, Diduga Ada Unsur Ancaman
Rem Blong Buat Travel Masuk Jurang di Majalengka, 6 Penumpang Tewas dan Belasan Luka-luka
Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor di Pacitan, Diduga Hindari Polisi Berujung Tabrak Tiang
Viral Video Joget, Operasional SPPG Batujajar Dihentikan Sementara oleh BGN