INSIBERNEWS - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026 memicu gelombang eskalasi yang berdampak luas, termasuk pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Di tengah situasi tersebut, mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti keberadaan Board of Peace (BoP), sebuah dewan perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurutnya, Indonesia perlu meninjau ulang keterlibatannya dalam forum tersebut.
Konflik AS–Israel vs Iran Kian Meluas
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Teheran dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Peristiwa ini memicu serangan balasan dari Iran yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Baca Juga: Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Situasi semakin genting setelah Iran menutup Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dunia serta menyerang sejumlah fasilitas strategis di kawasan Timur Tengah. Dampaknya bukan hanya dirasakan secara regional, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian global.
Dalam konteks inilah, Board of Peace (BoP) yang dibentuk Trump menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan netralitas dan efektivitas forum tersebut di tengah keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik.
Mahfud MD: Indonesia Harus Konsisten dengan Politik Bebas Aktif
Dalam siniar di kanal YouTube pribadinya, Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah menetapkan sikap politik luar negeri yang jelas: bebas dan aktif.
Baca Juga: Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Prinsip bebas aktif berarti Indonesia tidak terikat pada kekuatan mana pun, namun tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Sikap ini, menurut Mahfud, merupakan fondasi diplomasi Indonesia yang tidak boleh ditinggalkan.
Ia juga mengingatkan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, sejak awal menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Dukungan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat negara-negara Arab termasuk Palestina dan Mesir termasuk pihak yang lebih dahulu mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Indonesia sejak awal berdiri sudah memiliki sikap tegas dalam mendukung kemerdekaan semua bangsa,” ujar Mahfud.
Baca Juga: IDF Aktifkan Pertahanan Udara, Puluhan Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel
Keterlibatan Indonesia di BoP Perlu Dievaluasi
Mahfud menilai pemerintah perlu mempertimbangkan ulang kelanjutan partisipasi Indonesia dalam Board of Peace. Menurutnya, banyak pihak melihat forum tersebut justru lebih membawa dampak negatif ketimbang manfaat diplomatik bagi Indonesia.
Artikel Terkait
IDF Aktifkan Pertahanan Udara, Puluhan Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel
Wafat di Usia 90 Tahun, Intip Jejak Pengabdian Try Sutrisno di TNI dan Pemerintahan Indonesia
TV Nasional Iran IRIB Diretas? Tiba-Tiba Tayangkan Pidato Trump dan Netanyahu di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran