Mahfud MD Soroti Board of Peace Trump di Tengah Konflik AS–Iran, Ingatkan Indonesia Kembali ke Politik Bebas Aktif

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 4 Maret 2026 | 10:05 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran. (Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran. (Instagram.com / @mohmahfudmd - @realdonaldtrump)

INSIBERNEWS - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026 memicu gelombang eskalasi yang berdampak luas, termasuk pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Di tengah situasi tersebut, mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti keberadaan Board of Peace (BoP), sebuah dewan perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurutnya, Indonesia perlu meninjau ulang keterlibatannya dalam forum tersebut.

Konflik AS–Israel vs Iran Kian Meluas
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Teheran dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Peristiwa ini memicu serangan balasan dari Iran yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab.

Baca Juga: Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat

Situasi semakin genting setelah Iran menutup Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dunia serta menyerang sejumlah fasilitas strategis di kawasan Timur Tengah. Dampaknya bukan hanya dirasakan secara regional, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian global.

Dalam konteks inilah, Board of Peace (BoP) yang dibentuk Trump menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan netralitas dan efektivitas forum tersebut di tengah keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik.

Mahfud MD: Indonesia Harus Konsisten dengan Politik Bebas Aktif
Dalam siniar di kanal YouTube pribadinya, Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah menetapkan sikap politik luar negeri yang jelas: bebas dan aktif.

Baca Juga: Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta

Prinsip bebas aktif berarti Indonesia tidak terikat pada kekuatan mana pun, namun tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Sikap ini, menurut Mahfud, merupakan fondasi diplomasi Indonesia yang tidak boleh ditinggalkan.

Ia juga mengingatkan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, sejak awal menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Dukungan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat negara-negara Arab termasuk Palestina dan Mesir termasuk pihak yang lebih dahulu mengakui kemerdekaan Indonesia.

“Indonesia sejak awal berdiri sudah memiliki sikap tegas dalam mendukung kemerdekaan semua bangsa,” ujar Mahfud.

Baca Juga: IDF Aktifkan Pertahanan Udara, Puluhan Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel

Keterlibatan Indonesia di BoP Perlu Dievaluasi
Mahfud menilai pemerintah perlu mempertimbangkan ulang kelanjutan partisipasi Indonesia dalam Board of Peace. Menurutnya, banyak pihak melihat forum tersebut justru lebih membawa dampak negatif ketimbang manfaat diplomatik bagi Indonesia.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X