INSIBERNEWS - Kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu gelombang reaksi luas di media sosial.
Publik menyoroti laporan yang menyebutkan bahwa ia tewas dalam serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Pemerintah Iran secara tegas menuding kedua negara tersebut melakukan pembunuhan terencana (assassination) melalui serangan udara yang menyasar wilayah ibu kota. Pernyataan resmi ini dirilis pada Senin, 2 Maret 2026, dan langsung menjadi sorotan dunia internasional.
Baca Juga: Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Iran Sebut Serangan Langgar Hukum Internasional
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar prinsip hukum internasional, termasuk ketentuan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Teheran menilai tindakan militer tersebut sebagai agresi terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Iran.
Pemerintah menyebut aksi itu sebagai bentuk terorisme negara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan internasional modern.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi Iran yang menganggap serangan ini bukan sekadar operasi militer, melainkan tindakan yang secara langsung menargetkan pucuk kepemimpinan negara.
Duka dan Reaksi Publik Iran
Kepergian Khamenei meninggalkan kesedihan mendalam bagi sebagian masyarakat Iran. Selama puluhan tahun memimpin, ia dikenal bukan hanya sebagai figur politik, tetapi juga sebagai tokoh spiritual dan simbol perlawanan nasional.
Di berbagai platform digital, warganet membagikan potongan video pidato terakhirnya yang kini kembali viral. Salah satunya diunggah akun Instagram @fokloretive pada 2 Maret 2026, memperlihatkan momen ketika Khamenei berbicara tentang ancaman terhadap dirinya.
Pesan Terakhir: “Perang Ini Dipimpin Pemuda Iran”
Dalam pidato tersebut, Khamenei sempat menanggapi ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya.
Ia menyampaikan bahwa usia dan kondisi fisiknya bukan lagi hal utama dalam konflik yang sedang berlangsung. Menurutnya, perjuangan Iran tidak bergantung pada satu individu.
Artikel Terkait
Heboh! Temuan Kepala di Pantai Ketewel Bali, Polisi Duga Kasus Mutilasi Korban Penculikan WN Ukraina
Kesadaran Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor
Ungkap Siap Terbang ke Teheran, Kedubes Iran Apresiasi Niat Baik Prabowo untuk Fasilitasi Mediasi dengan AS
Wafat di Usia 90 Tahun, Intip Jejak Pengabdian Try Sutrisno di TNI dan Pemerintahan Indonesia
TV Nasional Iran IRIB Diretas? Tiba-Tiba Tayangkan Pidato Trump dan Netanyahu di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat