INSIBERNEWS - Upaya pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diharapkan bisa dipercepat dengan dukungan teknologi riset nasional. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mendorong pemanfaatan peralatan canggih milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membantu proses mitigasi dan evakuasi bencana.
Menurut Esti, kondisi medan yang berat dan timbunan tanah tebal menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat di lapangan. Karena itu, pendekatan berbasis teknologi dinilai penting agar pencarian korban bisa dilakukan lebih efektif dan aman.
Baca Juga: IHSG Tertekan 8 Persen, Menkeu Purbaya Yakin Pasar Segera Bangkit dan Tembus Level 10.000
Salah satu alat yang disorot adalah Ground Penetrating Radar (GPR) yang dikembangkan BRIN. Teknologi ini dinilai mampu mendeteksi objek di bawah permukaan tanah dan sangat relevan digunakan dalam situasi bencana longsor.
Esti juga mendorong agar GPR diintegrasikan dengan drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Kombinasi keduanya diyakini dapat mempercepat pemetaan lokasi dan mempersempit area pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.
“Pemanfaatan Ground Penetrating Radar bisa mencari jenazah di kedalaman puluhan meter,” ujar Esti.
Baca Juga: Polemik Internal PBNU Mencair, Gus Yahya Siap Tempuh Rapat Pleno dan Sampaikan Permintaan Maaf
Ia menilai teknologi tersebut sangat dibutuhkan mengingat skala bencana di Cisarua cukup besar dan terkonsentrasi di satu titik. Banyaknya korban yang diduga masih tertimbun membuat proses evakuasi memerlukan dukungan alat yang presisi.
“Saat ini sedang terjadi musibah besar yang langsung di satu lokasi dengan begitu banyak korban, yaitu di Cisarua,” lanjutnya.
Esti berharap BRIN dapat bergerak cepat dengan menurunkan tim dan peralatan yang dibutuhkan. Menurutnya, kehadiran teknologi riset di lapangan tidak hanya membantu percepatan evakuasi, tetapi juga meminimalkan risiko bagi relawan dan petugas penyelamat.
Baca Juga: KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta
“Saya kira alat ini bisa dimanfaatkan untuk membantu evakuasi korban longsor di Cisarua. Kami berharap BRIN mengambil langkah cepat untuk ini,” tegas Esti.
Dorongan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi antara lembaga riset, pemerintah, dan tim penanggulangan bencana. Pemanfaatan hasil riset nasional diharapkan dapat menjadi bagian dari standar penanganan bencana di Indonesia ke depan.***
Artikel Terkait
Lisa BLACKPINK Mampir ke Tangerang! Sejumlah Jalan Dialihkan Sementara untuk Syuting Film Netflix Extraction: Tygo
Pembunuhan dan Penipuan Online, China Eksekusi 11 Anggota Sindikat Myanmar
Perluas Dukungan bagi Ekonomi Desa, BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN
Sempat Difitnah Soal Es Gabus, Perjuangan 30 Tahun Sudrajat Berbuah Umrah dari Aisar Khaled
Hujan Lebat Masih Mengintai, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH di Jakarta hingga 1 Februari 2026
Reza Arap Buka Suara soal Kepergian Lula Lahfah, Isyaratkan Hiatus dan Minta Publik Hentikan Spekulasi
Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi demi Jaga Inflasi 2026
KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta
Polemik Internal PBNU Mencair, Gus Yahya Siap Tempuh Rapat Pleno dan Sampaikan Permintaan Maaf
IHSG Tertekan 8 Persen, Menkeu Purbaya Yakin Pasar Segera Bangkit dan Tembus Level 10.000