INSIBERNEWS – Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, persoalan akses transportasi masih menjadi tantangan serius.
Sejumlah daerah hingga kini belum sepenuhnya terhubung akibat jalan utama yang rusak parah diterjang banjir dan longsoran tanah.
Putusnya jalur darat membuat beberapa wilayah harus ditempuh melalui rute memutar yang jauh dan berbahaya. Bahkan, di sejumlah titik, distribusi bantuan hanya bisa dilakukan melalui jalur sungai maupun udara.
Baca Juga: Viral Isu Inisial S, Safa Marwah Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Ridwan Kamil
Kecamatan Tripe Jaya Masih Terisolasi
Salah satu wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses adalah Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kondisi geografis yang sulit ditambah kerusakan infrastruktur membuat distribusi logistik ke wilayah ini membutuhkan perjuangan ekstra.
Warga dan relawan harus melewati medan berat demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Distribusi Bantuan Harus Menyeberangi Sungai dengan Arus Deras
Aksi gotong royong warga Desa Pasir bersama relawan menjadi sorotan di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @etnisgayo pada Sabtu, 27 Desember 2025, terlihat proses penyaluran bantuan logistik yang harus dilakukan dengan menyeberangi sungai lebar berarus deras.
Bantuan berupa beras, mi instan, terpal, dan kebutuhan pokok lainnya diangkut menggunakan perahu karet.
Saat berada di tengah sungai, perahu sempat kesulitan melawan arus kuat, sehingga kerja sama dan kewaspadaan menjadi kunci keselamatan.
Tim Kesehatan Lintasi Jembatan Tali Darurat
Tak hanya relawan, perjuangan serupa juga dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Demi memberikan layanan kesehatan kepada warga Desa Pasir, tim medis harus meniti jembatan tali darurat yang menghubungkan Desa Uyem Beriring dan Desa Pasir.
Baca Juga: Kasus Tambang Konawe Utara Disetop KPK, MAKI Nilai Ada Kejanggalan dan Desak Kejagung Bertindak
Jembatan tersebut dibangun sementara setelah akses utama hancur akibat banjir bandang. Meski berisiko, layanan kesehatan tetap diupayakan agar warga terdampak mendapatkan penanganan medis.
Artikel Terkait
PBNU Gelar Doa untuk Negeri, Ajak Warga Bersatu Dampingi Korban Bencana Sumatra
ASDP Pastikan Arus Berangkat Natal 2025 Lancar, Lintasan Merak–Bakauheni Tetap Terkendali
Meski Minim Penerangan, Upaya Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terus Dilakukan
Wanti-wanti Ancaman Kesehatan, Mantan Ketum PB IDI: Posko Kesehatan Krusial Cegah Penyakit Pascabanjir di Pengungsian
Akses ke Takengon Putus Akibat Longsor, Warga Berjuang Jalan Kaki 5 Jam ke Bener Meriah Dapatkan Logistik Murah
UMKM Binaan BRI, La Suntu Tastio Berhasil Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun