Wanti-wanti Ancaman Kesehatan, Mantan Ketum PB IDI: Posko Kesehatan Krusial Cegah Penyakit Pascabanjir di Pengungsian

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:21 WIB
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir.  (YouTube/Forum Keadilan TV)
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir. (YouTube/Forum Keadilan TV)

INSIBERNEWS - Penanganan kesehatan setelah bencana banjir menjadi perhatian serius Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2018–2021, dr. Daeng Mohammad Faqih.

Ditegaskan bahwa layanan medis harus menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi pengungsian.

Menurut dr. Daeng, respons awal pascabanjir seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera harus difokuskan pada optimalisasi pelayanan kesehatan di posko-posko pengungsian.

Baca Juga: ASDP Pastikan Arus Berangkat Natal 2025 Lancar, Lintasan Merak–Bakauheni Tetap Terkendali

Ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, makanan bergizi, serta air bersih harus berjalan secara bersamaan agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga.

“Pelayanan terdekat harus dekat dengan kelompok komunitas yang berkumpul di pengungsian itu,” ujar dr. Daeng dalam siaran podcast Forum Keadilan TV, Sabtu (27/12/2025).

Ancaman Penyakit Pascabanjir Perlu Diantisipasi
Setelah bencana banjir berlangsung cukup lama, risiko munculnya penyakit pascabanjir semakin meningkat. Beberapa gangguan kesehatan yang kerap muncul antara lain penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Tak Tinggalkan Hewan Peliharaan, Keluarga Korban Banjir Aceh Tamiang Ini Tuai Pujian

Dr. Daeng mengingatkan bahwa tanpa penanganan medis yang memadai, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

“Kita khawatir penyakit pascabencana yang mungkin timbul kalau penanganan kesehatannya belum adekuat,” imbuhnya.

Cegah KLB dengan Layanan Kesehatan Sejak Dini
Ia juga menyoroti potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit di pengungsian, seperti campak dan ISPA, apabila sistem kesehatan tidak segera diaktifkan.

“Itu yang kita hindari, karena kalau terjadi seperti itu, yang di pengungsian tambah menderita,” ujarnya.

Baca Juga: Hidup Gelap Gulita, Sebulan Pascabanjir Warga Babo Aceh Tamiang Masih Krisis Listrik dan Kekurangan Logistik

Oleh karena itu, pembukaan posko banjir yang dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dinilai sangat penting sejak awal masa tanggap darurat. Langkah ini menjadi kunci untuk meminimalkan penyebaran penyakit di lingkungan pengungsian.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X