Wanti-wanti Ancaman Kesehatan, Mantan Ketum PB IDI: Posko Kesehatan Krusial Cegah Penyakit Pascabanjir di Pengungsian

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:21 WIB
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir.  (YouTube/Forum Keadilan TV)
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir. (YouTube/Forum Keadilan TV)

Waktu Ideal Dimulainya Penanganan Medis
Terkait waktu penanganan, dr. Daeng menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya mulai berjalan setelah fase pencarian dan penyelamatan selesai dilakukan.

"Pertama itu biasanya kan pencarian dan penyelamatan, di pencarian dan penyelamatan itu sekaligus pertolongan pertama dan evakuasi. Itu, biasanya dikumpulkan di tempat tertentu,” paparnya.

“Pelayanannya sudah harus dimulai untuk mencegah penyakit-penyakit itu tidak menyebar, tidak tambah buruk,” tuturnya.

Baca Juga: Jalan Licin Bersalju Picu Tabrakan Beruntun di Jepang, Dua Tewas dan Puluhan Luka

Ia menegaskan, keterlambatan penanganan medis justru akan memperburuk kondisi korban banjir. Penyakit dapat semakin parah dan berisiko menular antar penghuni pengungsian.

“Kadang kondisinya sulit, tapi kita harus cari cara untuk menghidupkan posko-posko itu dan ada pelayanan kesehatan,” tegasnya.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X