Darurat Sampah Tangsel, Gubernur Banten Turun Langsung Cari Jalan Keluar

Photo Author
- Rabu, 24 Desember 2025 | 10:24 WIB
Tangkapan layar kondisi sampah yang berserakan di jalan kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. (Instagram/david_nurbianto)
Tangkapan layar kondisi sampah yang berserakan di jalan kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. (Instagram/david_nurbianto)

INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Banten mulai turun tangan menyikapi persoalan penumpukan sampah di Kota Tangerang Selatan setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.

Andra Soni mengungkapkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Wali Kota Tangerang Selatan untuk mencari solusi jangka pendek dan menengah.

Baca Juga: Bertahan di Tengah Banjir, Begini Cara Cerdas Warga Desa Sekumur Sulap Air Sungai Jadi Layak Pakai

Penutupan TPA Cipeucang membuat pengelolaan sampah di Tangsel berada dalam situasi krusial, mengingat volume sampah harian jauh melampaui kapasitas yang tersedia.

“TPA Cipeucang saat ini hanya mampu menampung sekitar 400 ton sampah per hari, sementara produksi sampah Kota Tangerang Selatan bisa mencapai 1.100 ton setiap harinya,” kata Andra Soni.

Ketimpangan antara produksi dan daya tampung tersebut menyebabkan sisa sampah tidak tertangani secara optimal. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan memicu masalah lingkungan, mulai dari bau menyengat, pencemaran air, hingga potensi gangguan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Rumor Kehamilan Taylor Swift Menguat! Komentar Podcaster Olahraga Ini Picu Spekulasi Publik

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup sempat berupaya mencarikan solusi dengan melobi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bersedia menerima limpahan sampah dari Tangsel.

Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil karena keterbatasan kapasitas dan kebijakan daerah tujuan.

Menanggapi situasi itu, Pemerintah Provinsi Banten mulai menyiapkan sejumlah alternatif. Salah satunya adalah optimalisasi pengolahan sampah di tingkat daerah serta penjajakan kerja sama antardaerah di wilayah Banten sendiri.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Resmi Mundur dari Wantim MUI, Buka Jalan Regenerasi Ulama

Andra Soni menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu lokasi pembuangan akhir. Menurutnya, diperlukan perubahan pola pengelolaan, termasuk pengurangan sampah dari sumbernya dan peningkatan fasilitas pengolahan berbasis teknologi.

“Kita harus mencari solusi komprehensif, bukan hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Pengelolaan dari hulu ke hilir harus diperkuat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X