INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Banten mulai turun tangan menyikapi persoalan penumpukan sampah di Kota Tangerang Selatan setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup.
Gubernur Banten Andra Soni memastikan pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Andra Soni mengungkapkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Wali Kota Tangerang Selatan untuk mencari solusi jangka pendek dan menengah.
Baca Juga: Bertahan di Tengah Banjir, Begini Cara Cerdas Warga Desa Sekumur Sulap Air Sungai Jadi Layak Pakai
Penutupan TPA Cipeucang membuat pengelolaan sampah di Tangsel berada dalam situasi krusial, mengingat volume sampah harian jauh melampaui kapasitas yang tersedia.
“TPA Cipeucang saat ini hanya mampu menampung sekitar 400 ton sampah per hari, sementara produksi sampah Kota Tangerang Selatan bisa mencapai 1.100 ton setiap harinya,” kata Andra Soni.
Ketimpangan antara produksi dan daya tampung tersebut menyebabkan sisa sampah tidak tertangani secara optimal. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan memicu masalah lingkungan, mulai dari bau menyengat, pencemaran air, hingga potensi gangguan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Rumor Kehamilan Taylor Swift Menguat! Komentar Podcaster Olahraga Ini Picu Spekulasi Publik
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup sempat berupaya mencarikan solusi dengan melobi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bersedia menerima limpahan sampah dari Tangsel.
Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil karena keterbatasan kapasitas dan kebijakan daerah tujuan.
Menanggapi situasi itu, Pemerintah Provinsi Banten mulai menyiapkan sejumlah alternatif. Salah satunya adalah optimalisasi pengolahan sampah di tingkat daerah serta penjajakan kerja sama antardaerah di wilayah Banten sendiri.
Baca Juga: Ma’ruf Amin Resmi Mundur dari Wantim MUI, Buka Jalan Regenerasi Ulama
Andra Soni menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu lokasi pembuangan akhir. Menurutnya, diperlukan perubahan pola pengelolaan, termasuk pengurangan sampah dari sumbernya dan peningkatan fasilitas pengolahan berbasis teknologi.
“Kita harus mencari solusi komprehensif, bukan hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Pengelolaan dari hulu ke hilir harus diperkuat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Bantah Tudingan Kirim Bantuan Kosong, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox
Evakuasi Wanita Melahirkan, Berikut Kisah Heroik TNI di Aceh Tamiang Terjang Banjir Bandang Pakai Pelepah Pisang
Viral Jadi Benteng, Pesantren Darul Mukhlisin Tahan Terjangan Kayu Banjir Bandang Aceh Tamiang
Dirumorkan Menjalin Hubungan Dengan Aura Kasih, Ridwan Kamil Ungkap Permohonan Maaf, Sebut Khilaf Selama 29 Tahun Menikah
Ancaman Bangkrut Teratasi, PLTSa Benowo Dapat Napas Baru dari Pemerintah
Amazon Ungkap Infiltrasi Pekerja IT Korut, Ribuan Akun Lamaran Kerja Diblokir
Ma’ruf Amin Resmi Mundur dari Wantim MUI, Buka Jalan Regenerasi Ulama
Rumor Kehamilan Taylor Swift Menguat! Komentar Podcaster Olahraga Ini Picu Spekulasi Publik
Dua Letusan Dini Hari Guncang Semeru, Kolom Abu Capai 900 Meter
Bertahan di Tengah Banjir, Begini Cara Cerdas Warga Desa Sekumur Sulap Air Sungai Jadi Layak Pakai