INSIBERNEWS - KH Ma’ruf Amin resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) untuk masa bakti 2025–2030. Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan sejak 23 November 2025 dan saat ini masih berproses di internal organisasi.
Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan panjang. Ma’ruf Amin menilai sudah saatnya dirinya mengurangi aktivitas organisasi, seiring faktor usia yang kian bertambah dan masa pengabdian yang telah dijalani selama puluhan tahun di lingkungan MUI.
Baca Juga: Amazon Ungkap Infiltrasi Pekerja IT Korut, Ribuan Akun Lamaran Kerja Diblokir
Dalam keterangannya, Ma’ruf Amin menyampaikan keinginan untuk beristirahat sekaligus memberi ruang lebih luas bagi generasi penerus. Ia berharap MUI dapat terus bergerak dinamis dengan kepemimpinan tokoh-tokoh muda yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen keumatan.
“Usia saya sudah lanjut dan pengabdian di MUI juga sudah sangat panjang. Saya merasa inilah waktu yang tepat untuk memberi kesempatan kepada yang lebih muda,” ujar Ma’ruf Amin.
Perjalanan Ma’ruf Amin di MUI terbilang panjang dan bersejarah. Ia memulai kiprahnya sebagai anggota Komisi Fatwa, kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum MUI, hingga akhirnya menjabat Ketua Wantim MUI selama dua periode berturut-turut.
Baca Juga: Ancaman Bangkrut Teratasi, PLTSa Benowo Dapat Napas Baru dari Pemerintah
Selama berada di jajaran pimpinan MUI, Ma’ruf Amin dikenal berperan penting dalam penguatan peran ulama di ruang publik, menjaga moderasi beragama, serta merespons berbagai isu keumatan dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat.
Dalam surat pengunduran dirinya, Ma’ruf Amin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekhilafan. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota MUI atas kerja sama dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan semua pihak. Saya juga mohon maaf bila ada kekurangan selama saya mengemban amanah,” ucapnya.
Baca Juga: Viral Jadi Benteng, Pesantren Darul Mukhlisin Tahan Terjangan Kayu Banjir Bandang Aceh Tamiang
Ma’ruf Amin berharap MUI ke depan semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan demi keberlanjutan peran MUI.
Pengunduran diri Ma’ruf Amin ini menandai akhir dari satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan MUI, sekaligus membuka lembaran baru bagi proses regenerasi ulama di tingkat nasional.***
Artikel Terkait
Dikaitkan dengan Ridwan Kamil, Unggahan Lama Aura Kasih Picu Spekulasi Warganet Soal Sosok R
Kisah Perjuangan Relawan di Bener Meriah, Antar Bantuan Lewati Jalan Ekstrem
Waspada Penipuan Jelang Nataru! Berikut Tips dari BRI agar Aman Bertransaksi Perbankan
Mendekati Perayaan Natal, Polri Gencarkan Perbaikan Gereja dan Posko Ibadah di Sumut
Bantah Tudingan Kirim Bantuan Kosong, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox
Evakuasi Wanita Melahirkan, Berikut Kisah Heroik TNI di Aceh Tamiang Terjang Banjir Bandang Pakai Pelepah Pisang
Viral Jadi Benteng, Pesantren Darul Mukhlisin Tahan Terjangan Kayu Banjir Bandang Aceh Tamiang
Dirumorkan Menjalin Hubungan Dengan Aura Kasih, Ridwan Kamil Ungkap Permohonan Maaf, Sebut Khilaf Selama 29 Tahun Menikah
Ancaman Bangkrut Teratasi, PLTSa Benowo Dapat Napas Baru dari Pemerintah
Amazon Ungkap Infiltrasi Pekerja IT Korut, Ribuan Akun Lamaran Kerja Diblokir