Amazon Ungkap Infiltrasi Pekerja IT Korut, Ribuan Akun Lamaran Kerja Diblokir

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 24 Desember 2025 | 09:58 WIB
Amazon Company Blokir Ribuan Pelamar Kerja dari Korut (Foto : istimewa)
Amazon Company Blokir Ribuan Pelamar Kerja dari Korut (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Amazon mengungkap telah memblokir lebih dari 1.800 warga Korea Utara yang terdeteksi mencoba melamar pekerjaan secara diam-diam di perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut. Upaya ini disebut sebagai bagian dari skema terorganisasi yang memanfaatkan pekerjaan jarak jauh di sektor teknologi informasi.

Informasi ini mencuat setelah Amazon memperketat sistem keamanan internal dan proses rekrutmen globalnya.

Perusahaan menemukan pola lamaran mencurigakan yang mengarah pada individu-individu asal Korea Utara yang menggunakan identitas dan lokasi palsu untuk menembus perusahaan-perusahaan teknologi, terutama di Amerika Serikat.

Baca Juga: Ancaman Bangkrut Teratasi, PLTSa Benowo Dapat Napas Baru dari Pemerintah

Mengutip laporan AFP pada Selasa (23/12/2025), pemerintah di Pyongyang diduga mendorong para ahli IT mereka untuk bekerja di luar negeri. Tujuannya bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga mengalirkan dana ke dalam negeri melalui praktik pencucian uang, guna mengakali sanksi internasional yang menekan ekonomi Korea Utara.

Kepala Keamanan Amazon, Stephen Schmidt, mengungkapkan fenomena ini melalui unggahan di LinkedIn. Ia menyebut bahwa upaya infiltrasi tersebut bukan kasus tunggal dan telah menyasar banyak perusahaan global, khususnya yang membuka peluang kerja jarak jauh di bidang teknologi.

Baca Juga: Dirumorkan Menjalin Hubungan Dengan Aura Kasih, Ridwan Kamil Ungkap Permohonan Maaf, Sebut Khilaf Selama 29 Tahun Menikah

“Para pekerja IT asal Korea Utara berusaha mendapatkan pekerjaan remote di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, dengan fokus utama pada perusahaan berbasis di Amerika Serikat,” tulis Schmidt.

Menurut Schmidt, para pelamar tersebut kerap menggunakan jaringan perantara, dokumen palsu, serta teknologi penyamaran digital untuk mengaburkan identitas asli mereka.

Jika lolos, penghasilan yang diperoleh diduga akan disalurkan ke rezim Pyongyang, sehingga berpotensi melanggar sanksi internasional yang berlaku.

Baca Juga: Evakuasi Wanita Melahirkan, Berikut Kisah Heroik TNI di Aceh Tamiang Terjang Banjir Bandang Pakai Pelepah Pisang

Kasus ini menambah daftar kekhawatiran global terkait keamanan siber dan integritas tenaga kerja digital. Amazon menegaskan akan terus bekerja sama dengan otoritas AS dan mitra internasional untuk memperkuat verifikasi identitas, sekaligus mencegah penyalahgunaan sistem rekrutmen di era kerja jarak jauh yang semakin luas.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X