INSIBERNEWS - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Banda Aceh berangsur normal seiring membaiknya kondisi pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pasokan Pertalite, Pertamax, dan Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berada pada level aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemulihan distribusi ini tak lepas dari upaya cepat berbagai pihak dalam membuka kembali akses logistik yang sempat terganggu akibat banjir.
Sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami keterlambatan pasokan kini sudah kembali beroperasi normal, sehingga antrean kendaraan berangsur berkurang.
Baca Juga: Min Hee Jin Buka Suara Soal Tuduhan Plagiat ILLIT, Klaim Demi Melindungi NewJeans
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut memastikan stabilitas energi dengan melakukan pengawasan intensif terhadap stok dan penyaluran BBM di wilayah terdampak. Pengawasan ini difokuskan agar layanan energi tetap berjalan, terutama bagi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan pengawalan distribusi dilakukan secara berkelanjutan, khususnya untuk daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi akibat banjir. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pasokan energi bisa kembali normal dalam waktu singkat.
“Kami memastikan Pemerintah Pusat hadir dan bersinergi dengan Pemerintah Aceh untuk mendistribusikan energi, terutama ke wilayah terdampak yang sempat terputus aksesnya,” ujar Fathul, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga: Pembangunan Tahap II IKN Dimulai, Kompleks DPR hingga Mahkamah Ditarget Rampung 2027
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden RI dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan target pemulihan distribusi BBM dan LPG dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis distribusi BBM dan LPG akan kembali berjalan normal dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” lanjutnya.
Selain BBM, pengawasan juga mencakup ketersediaan LPG rumah tangga yang sempat mengalami kendala distribusi akibat akses jalan rusak. BPH Migas memastikan pasokan gas terus disalurkan secara bertahap sambil menyesuaikan kondisi lapangan.
Baca Juga: BNN Ungkap Ratusan Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Jaringan Nasional hingga Internasional Terbongkar
Fathul menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, BPH Migas, dan badan usaha penugasan sejauh ini berjalan efektif. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjaga layanan energi tetap stabil dan mendukung percepatan pemulihan aktivitas masyarakat Aceh pascabanjir.***
Artikel Terkait
KPK Tahan Bupati Bekasi dan Ayahnya Usai Terjaring OTT Dugaan Suap Ijon Proyek
Keinginan Sederhana Dua Bocah Pengungsi di Aceh Tamiang Jadi Sorotan: 'Pengen Makan Bakso dan Rendang'
Bantuan Al-Quran Mengalir, Pengungsi Aceh Tunjukkan Syukur dengan Pelukan
Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tegaskan Hanya Melihat Tanpa Menyentuh Dokumen
BNN Ungkap Ratusan Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Jaringan Nasional hingga Internasional Terbongkar
Apersi Dorong Skema KPR Bencana untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Pembangunan Tahap II IKN Dimulai, Kompleks DPR hingga Mahkamah Ditarget Rampung 2027
Pemerintah Izinkan Warga Aceh Gunakan Gelondongan Kayu untuk Bangun Tempat Tinggal Pascabanjir
Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Wiz Khalifa Divonis 9 Bulan Penjara
Min Hee Jin Buka Suara Soal Tuduhan Plagiat ILLIT, Klaim Demi Melindungi NewJeans