Baca Juga: PBB Sampaikan Belasungkawa untuk Indonesia dan Asia Tenggara, Siap Bantu Penanganan Bencana Besar
Perbedaan pandangan antara pemerintah daerah dan pusat ini mencerminkan kompleksitas penanganan bencana besar. Di balik perdebatan soal “sanggup” atau “tidak sanggup”, yang paling terdampak tetaplah warga yang kini bergantung pada kecepatan dan ketepatan negara dalam membantu mereka bangkit.
Kini publik menunggu bukan lagi perdebatan, melainkan bukti nyata: seberapa cepat koordinasi bisa dipererat, seberapa serius solidaritas ditunjukkan, dan seberapa tulus para pemimpin hadir bukan hanya dengan pernyataan, tetapi dengan kerja nyata di tengah lumpur dan air yang belum sepenuhnya surut.***
Artikel Terkait
Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Aman, Menkeu Purbaya Siap Tambah Dana Bencana untuk BNPB
Akses Layanan BRI Tetap Terjaga di Daerah Bencana Banjir Bandang melalui Satelit
Polri dan Kemenhut Lakukan Investigasi Terkait Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera
Dulu Dihujat, Netizen Kini Bela Virgoun Pasca Isu Perselingkuhan Inara Rusli
Keruk Habis Kekayaan Alam, WALHI Ungkap Banyak Bekas Tambang Ditinggal Tanpa Reboisasi
Momen Presiden Prabowo Melepas Atlet Indonesia ke SEA Games
BRI Dorong Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Gelar Aksi Tanam Pohon
Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Banjir Aceh Bak Gelombang Kedua, Prabowo Turun Langsung dan Ingatkan Negara Tak Boleh Lambat Saat Rakyat Terluka
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh