Polri dan Kemenhut Lakukan Investigasi Terkait Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 5 Desember 2025 | 15:20 WIB
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang.  (Instagram/sumutnusantara)
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang. (Instagram/sumutnusantara)

INSIBERNEWS - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menyeret kayu gelondongan dalam jumlah besar dan menimbulkan kerusakan parah, terutama di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kayu-kayu berukuran besar tersebut memicu penasaran publik dan menuntut penyelidikan pemerintah untuk menelusuri dari mana asalnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar koordinasi untuk menyelidiki temuan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir dan longsor.

Baca Juga: 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya Usai Menhut Raja Juli Lakukan Evaluasi Pasca Banjir Sumatera

Kementerian Kehutanan telah melakukan pemindaian menggunakan drone di area terdampak dan mengidentifikasi jenis kayu yang diduga berasal dari kawasan hulu. Sampel kayu yang diperiksa menunjukkan kecocokan dengan kayu di wilayah tersebut.

“Keingintahuan publik tentang asal-usul material kayu itu sudah kami respons,” ujar Raja Juli di Mabe Polri pada Kamis, 4 Desember 2025.

Raja Juli menyebut sebagian kayu memiliki bekas potongan gergaji. Temuan itu juga disampaikan Kapolri yang memastikan beberapa kayu memperlihatkan jejak potongan senso.

Baca Juga: Jaga Marwah Laporkan Ketua Satgas BLBI ke KPK, Soroti Dugaan Penyimpangan Penyitaan Aset

“Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari senso,” kata Listyo Sigit.

Tim gabungan saat ini menelusuri daerah aliran sungai dari hilir hingga hulu untuk memastikan sumber kayu.

Pemerintah meminta masyarakat memberi waktu bagi proses penyelidikan. Raja Juli menjelaskan bahwa Polri telah menurunkan tim ke dua daerah aliran sungai di Batang Toru dan berkoordinasi dengan Satgas Perlindungan Kawasan Hutan Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Dinilai Kurang Pantas, DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera yang Lempar Beras dari Helikopter

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa dua desa di Tapanuli Selatan menjadi lokasi paling terdampak akibat hantaman kayu gelondongan berukuran besar.

Banyak rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak berat. BNPB akan mengirim 100 senso dan alat berat untuk mempercepat pembersihan puing dan kayu di pemukiman warga.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X