INSIBERNEWS - Pemerintah kembali membuka opsi menghadirkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam proses negosiasi ulang utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh di China.
Wacana tersebut mencuat setelah Danantara—lembaga yang membidangi restrukturisasi BUMN—menyebut kemungkinan perlunya keterlibatan Menkeu untuk memastikan Indonesia memperoleh skema pendanaan terbaik.
Baca Juga: Aceh Dikepung Banjir, 10 Daerah Masuk Status Darurat Hidrometeorologi
Purbaya mengatakan ia belum bisa memastikan keikutsertaannya sebelum memahami secara detail ruang lingkup dan parameter pembahasan yang kini sedang disusun oleh CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani. Ia menegaskan bahwa setiap langkah harus selaras dengan kepentingan negara.
“Saya belum tahu dibawa apa nggak. Tapi kelihatannya kalau memang kita harus terlibat. Saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia juga,” ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, proses negosiasi ulang dengan pihak China mesti dilakukan secara hati-hati mengingat proyek KCJB melibatkan skema pendanaan besar dan berjangka panjang. Pemerintah, kata dia, menginginkan skema biaya dan bunga yang paling ringan agar tidak membebani APBN di masa mendatang.
Baca Juga: Ekonomi Akhir Tahun Dipacu, Pemerintah Yakin Kuartal IV-2025 Bisa Tembus 5,6 Persen
Purbaya dijadwalkan bertemu dengan Rosan pada Kamis untuk memfinalkan rencana keberangkatan serta mempelajari draft syarat yang akan dibawa dalam negosiasi. Pertemuan ini disebut menjadi kunci apakah ia akan ikut terjun langsung atau tetap memberikan arahan dari Jakarta.
“Oh besok mau ketemu Rosan. Asal dia yang bayar aja ke sananya,” kata Purbaya sambil tertawa, merespons santai soal kemungkinan dirinya ikut rombongan.
Sementara itu, Danantara memastikan bahwa pemerintah ingin memastikan posisi Indonesia tetap kuat dalam perundingan, terutama menyangkut biaya proyek yang membengkak, perpanjangan tenor utang, dan potensi penyesuaian bunga.
Baca Juga: Temui Prabowo, Kedatangan Ratu Maxima di Istana Disambut Tari Indang Sumbar
Pemerintah juga menekankan bahwa restrukturisasi ini bukan hanya soal angka, tetapi memastikan keberlanjutan proyek KCJB agar tetap memberikan dampak ekonomi yang signifikan setelah beroperasi.
Jika keikutsertaan Purbaya disepakati, pemerintah berharap proses negosiasi berjalan lebih komprehensif, mengingat Menkeu memegang peran strategis dalam menentukan arah pendanaan negara.
Keputusan final terkait keberangkatan dan komposisi tim negosiasi diperkirakan diumumkan setelah pertemuan Purbaya dan Rosan besok.***
Artikel Terkait
Akses Terputus Banjir dan Longsor, BNPB Bakal Lakukan Evakuasi Jalur Udara di Tapanuli Sumut
Bandara IMIP Morowali Disorot, Menkeu Purbaya Siap Turunkan Bea Cukai dan Imigrasi Jika Diperlukan
Lisa BLACKPINK Sambangi Fortnite Festival, Kolaborasi Baru Siap Puaskan Jiwa Rockstar Para BLINK
Status Cerai Belum Final, Tasya Farasya Kaget Suami Ajukan Banding Sehari Sebelum Putusan Inkrah
Kebakaran Besar di Hong Kong Bikin MAMA Awards 2025 Terancam Batal, Penyelenggara Gelar Rapat Darurat
Banjir dan Longsor Imbas Cuaca Ekstrem, Komdigi Sebut Sejumlah Daerah di Sumatera Utara Alami Gangguan Telekomunikasi
MIRIS! Ayah Kandung di Jakut Tega Cabuli Anak yang Masih Dibawah Umur, Pelaku Terancam Pasal Berat Perlindungan Anak
Temui Prabowo, Kedatangan Ratu Maxima di Istana Disambut Tari Indang Sumbar
Keluarga Kim Sae Ron Rilis Bukti Baru, Sengketa dengan Kim Soo Hyun Makin Panas
Hati-Hati Beli Mobil Bekas Leasing, Simak Dulu Hal Penting Ini Biar Nggak Rugi