INSIBERNEWS - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, menyatakan cuaca ekstrem yang menggempur empat wilayah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, memutus akses di beberapa daerah.
Keempat wilayah yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan mengalami banjir bandang dan tanah longsor parah.
Beredar di media sosial rekaman video ketika banjir mengalir deras, menghantam rumah, dan menyeret kendaraan hingga infrastruktur yang dilewati.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Sambangi Fortnite Festival, Kolaborasi Baru Siap Puaskan Jiwa Rockstar Para BLINK
Banjir juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah dan tim gabungan mendirikan tenda pengungsi serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Namun, seluruh pendataan seperti jumlah warga dan wilayah terdampak bersifat sementara karena data masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dari hasil kaji cepat lanjutan di lapangan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pada Kamis, 27 November 2025, menyatakan bahwa daerah terdampak banjir dan longsor akan mengalami gangguan layanan telekomunikasi.
Menurut Komdigi, wilayah yang mengalami gangguan layanan telekomunikasi di antaranya Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir memberi dampak pada matinya 495 site atau sekitar 1,42 persen dari total 34660 site eksisting di Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga: Trump Minta Takaichi Lebih Kalem Soal Taiwan, Ketegangan Jepang–China Kian Memanas
“Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi,” tulis keterangan dari Komdigi pada Kamis, 27 November 2025.
“Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site yang down akibat gangguan transmisi dengan melakukan routing ke beberapa titik yang masih dapat terlayani dan saat ini masih dilakukan verifikasi untuk pengecekan lebih lanjut,” sambungnya.***
Artikel Terkait
Gelombang PHK di Singapura Sepanjang 2025 Bikin Cemas, Sektor Bergaji Tinggi Paling Terpukul
Menag Minta Konflik Internal PBNU Tak Membesar: 'Semoga Ada Jalan Damai untuk Semua Pihak'
Ukraina Tegaskan Tak Akan Ubah Konstitusi demi Kesepakatan Damai dengan Rusia
Akses Terputus Banjir dan Longsor, BNPB Bakal Lakukan Evakuasi Jalur Udara di Tapanuli Sumut
Bandara IMIP Morowali Disorot, Menkeu Purbaya Siap Turunkan Bea Cukai dan Imigrasi Jika Diperlukan
Status Cerai Belum Final, Tasya Farasya Kaget Suami Ajukan Banding Sehari Sebelum Putusan Inkrah
Kebakaran Besar di Hong Kong Bikin MAMA Awards 2025 Terancam Batal, Penyelenggara Gelar Rapat Darurat