Seorang analis pasar tenaga kerja menyebut fenomena ini sebagai “reset besar tenaga kerja digital.” Menurutnya, banyak perusahaan mulai lebih selektif dalam merekrut dan memfokuskan investasi pada teknologi yang benar-benar memberi nilai tambah.
“Perusahaan sedang berhitung ulang. Mereka tak lagi mengejar pertumbuhan asal cepat, tapi pertumbuhan yang tepat,” ujarnya.
Situasi ini tentu meninggalkan pertanyaan besar: apakah gelombang PHK 2025 akan berlanjut atau perlahan mereda? Pemerintah Singapura menyatakan sedang memantau ketat perkembangan pasar tenaga kerja dan berjanji memperkuat program peningkatan keterampilan agar pekerja lokal tetap kompetitif menghadapi kondisi ekonomi global yang semakin berubah cepat.
Untuk saat ini, para pekerja hanya bisa berharap angin baik segera datang, sementara perusahaan dan pemerintah mencoba meramu strategi agar ekonomi tetap stabil dan ramah terhadap tenaga kerja di semua level.***
Artikel Terkait
FIBA Rombak Sistem Peringkat Dunia, Timnas Kini Kumpulkan Poin Tanpa Risiko Dipotong
Rahasia Wajah Tetap Kencang ala Wanita Tiongkok, Bisa Kamu Coba di Rumah!
Shell Indonesia Buka Suara Terkait Pembelian BBM dari Pertamina, Begini Katanya!
KPK Dinilai Lamban Soal Penetapan Tersangka Kasus Kuota Haji, Pengamat Hukum: Jangan Terpengaruh yang Negatif!
KPK Tunggu Keppres Rehabilitasi, Pembebasan Ira Puspadewi Diperkirakan Hari Ini
Aceh Dikepung Banjir, 10 Daerah Masuk Status Darurat Hidrometeorologi
Karena Kelalaiaian Penumpang Kereta Comummuterline Tinggalkan Tumbler, Satu Petugas KRL Hilang Pekerjaan
Target 100 Ribu Peserta, Pemerintah Mulai Persiapkan Magang Nasional Batch III
Kebakaran Hebat Hanguskan Apartment di Hongkong, Sedikitnya 44 Orang Tewas dan Ratusan Hilang
Sekolah Bakal Ajarkan Bahasa Portugis? Begini Kata Mendikdasmen soal Penguatan Kurikulum Bahasa Asing