Shell Indonesia Buka Suara Terkait Pembelian BBM dari Pertamina, Begini Katanya!

Photo Author
- Kamis, 27 November 2025 | 09:33 WIB
Benarkah Shell Indonesia Akan Tutup Semua SPBU? Ini Kata Pengamat Migas   (Photo : Instagram_Indonesia)
Benarkah Shell Indonesia Akan Tutup Semua SPBU? Ini Kata Pengamat Migas (Photo : Instagram_Indonesia)

INSIBERNEWS - President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, akhirnya buka suara mengenai kerja sama pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Ia memastikan proses pembahasan antarperusahaan atau business to business (B2B) itu sudah hampir rampung dan tinggal menunggu finalisasi teknis sebelum distribusi dilakukan.

Konfirmasi ini sekaligus menguatkan pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kesepakatan Shell untuk membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga.

Langkah tersebut sebenarnya telah lama dibicarakan, terutama setelah beberapa badan usaha swasta mengalami kekosongan kuota impor BBM sejak pertengahan tahun.

Baca Juga: FIBA Rombak Sistem Peringkat Dunia, Timnas Kini Kumpulkan Poin Tanpa Risiko Dipotong

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bahkan menyebut bahwa pembelian satu kargo base fuel oleh Shell sudah dikunci.

"Untuk Shell ini sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina. Jadi tanggal 24 atau 25 November ini sudah sampai di titik serah yang telah disepakati antara Pertamina dengan Shell," kata Yuliot di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Menurut dia, setibanya kargo tersebut di Indonesia, Shell akan langsung melakukan proses penjemputan dan mendistribusikan pasokan baru itu ke jaringan SPBU mereka. Tambahan stok tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM Shell hingga akhir 2025, sembari menunggu alokasi impor berikutnya dari pemerintah.

Baca Juga: Ekonomi Akhir Tahun Dipacu, Pemerintah Yakin Kuartal IV-2025 Bisa Tembus 5,6 Persen

Kesepakatan ini berjalan seiring arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang meminta Pertamina membantu badan usaha lain yang sudah kehabisan kuota impor. Bahlil menekankan agar distribusi energi tidak terganggu karena masyarakat tetap membutuhkan pasokan yang stabil dan merata.

Seperti diketahui, sejumlah SPBU non-Pertamina seperti Shell, BP, dan Vivo mengalami kekosongan stok BBM sejak pertengahan Agustus hingga Oktober 2025. Kondisi itu disebabkan kuota impor mereka telah habis sebelum jatah baru diberikan pemerintah, sehingga distribusi terganggu di beberapa titik.

Bagi Shell, kerja sama dengan Pertamina ini menjadi solusi jangka pendek sekaligus strategi menjaga kepercayaan pelanggan. Ingrid sebelumnya memastikan pihaknya terus berupaya agar masyarakat tidak kembali mengalami kesulitan menemukan bahan bakar di jaringan SPBU mereka.

Baca Juga: Geger! 1,5 Juta Jemaah Serbu Lampung, Merak Kritis: Polda Siagakan 1.612 Personel Jelang Ijtima Ulama

Langkah kolaboratif ini juga menjadi simbol kerja sama antar pelaku industri energi di Indonesia. Di tengah dinamika global dan kebutuhan suplai yang tetap tinggi, sinergi antar badan usaha dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.

Dengan masuknya kargo base fuel tersebut, pemerintah optimistis kelangkaan BBM yang sempat terjadi tidak akan terulang, terutama menjelang libur akhir tahun ketika konsumsi energi biasanya meningkat. Pemerintah maupun Pertamina juga memastikan terus memantau distribusi agar tetap aman dan lancar.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X