Terungkap! Ternyata Begini Motif Pelaku Pembunuhan Wanita dengan Tangan Terikat dan Kepala Ditutup Plastik di Pemalang

Photo Author
- Rabu, 26 November 2025 | 11:42 WIB
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Kasus hilangnya seorang perempuan berinisial K (35) di Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, yang semula membuat keluarga cemas, akhirnya berubah menjadi kabar duka setelah polisi memastikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Lebih mengejutkan lagi, pelakunya bukan orang asing, melainkan teman dekat korban sendiri, R (37), warga Lawangrejo, Pemalang.

“Tersangka R berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Pemalang di wilayah Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang,” ujar Kasat Reskrim AKP Johan Widodo dalam keterangan tertulis pada Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Usai Direksi ASDP Direhabilitasi, Publik Menilai Prabowo Mulai Tegaskan Batas Kriminalisasi Kebijakan

Dari hasil pemeriksaan, terbongkar bahwa hubungan terlarang antara korban dan tersangka menjadi pemicu utama tragedi ini. Perselingkuhan yang semula berlangsung diam-diam itu rupanya sudah terendus oleh istri tersangka, sehingga menimbulkan tekanan tersendiri bagi R.

Menurut Johan, tersangka mengaku bahwa korban tidak hanya mengetahui kondisi rumah tangga R, tetapi juga kerap mengancam istri tersangka dengan membawa-bawa foto kedekatan mereka.

“Dari pengakuan tersangka, korban juga kerap mengintimidasi istri dari tersangka, dan mengancam akan menyebarkan foto mesra tersangka dan korban kepada keluarga tersangka,” jelasnya.

Baca Juga: Rehabilitasi Eks Direksi ASDP Dinilai Hak Presiden, KPK Tegaskan Proses Hukum Sudah Tuntas

R yang merasa terpojok kemudian mengajak korban bertemu di sebuah rumah yang belum ditempati, miliknya sendiri. Ia mengaku berniat mengakhiri hubungan gelap itu secara baik-baik. Namun, percakapan antara keduanya berubah menjadi pertengkaran besar yang berujung pada kekerasan.

Dalam kondisi emosi tak terkendali, tersangka menyerang korban hingga tak berdaya. Setelah itu, R mengikat tubuh korban dan menyeretnya ke kamar mandi rumah tersebut. Untuk memastikan korban tidak bisa bernapas, tersangka menutup kepala korban dengan plastik hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara keluarga korban sejak awal sudah merasakan kejanggalan. Korban yang pergi dari rumah pada Sabtu (22/11/2025) sama sekali tak memberikan kabar. Karena telepon tidak aktif dan pesan tak dibalas, keluarga melakukan pencarian bersama warga setempat.

Baca Juga: Kenaikan Pangkat ASN Kini Bisa 12 Kali Setahun, BKN Siapkan Lompatan Baru Pengelolaan Karier

Tak lama kemudian, informasi bahwa korban terakhir kali berkomunikasi dengan tersangka R mengarahkan keluarga untuk mendatangi rumah di Desa Saradan. Dugaan mereka terbukti ketika jenazah K ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Minggu (23/11/2025).

Penemuan itu langsung dilaporkan ke aparat, yang kemudian bergerak cepat mengumpulkan barang bukti dan melakukan pengejaran hingga akhirnya mengamankan tersangka di Desa Sewaka. R tidak melakukan perlawanan dan mengakui seluruh perbuatannya di hadapan penyidik.

Baca Juga: Tragis! Pengendara Fortuner Tewas Usai Serempet Pesepeda dan Tabrak Truk Parkir di Jakbar

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X