INSIBERNEWS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat tidak perlu panik soal ketersediaan bahan bakar di SPBU swasta. Pemerintah menyebut pasokan BBM, terutama untuk Shell, segera kembali stabil seiring proses negosiasi pembelian BBM murni dengan PT Pertamina Patra Niaga yang hampir rampung seluruhnya.
Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa Shell kini berada di tahap akhir kesepakatan pasokan. Ia memperkirakan kondisi distribusi BBM di jaringan SPBU Shell akan normal kembali pada penghujung bulan ini. Menurutnya, kargo impor yang disiapkan untuk Shell saat ini sudah bersiap bergerak dari lokasi pengisian menuju Indonesia.
Baca Juga: Rehabilitasi Eks Direksi ASDP Dinilai Hak Presiden, KPK Tegaskan Proses Hukum Sudah Tuntas
“Stok Shell akan kembali normal dalam waktu dekat. Kargonya sedang disiapkan, tinggal jalan saja,” kata Laode.
Selain Shell, situasi di SPBU swasta lain disebut dalam kondisi aman. Vivo menjadi salah satu operator yang sigap mengantisipasi lonjakan permintaan dengan langsung menambah pasokan melalui pembelian BBM murni dari Pertamina Patra Niaga. Dengan langkah cepat tersebut, distribusi BBM di SPBU Vivo dipastikan tetap lancar.
Di sisi lain, SPBU ExxonMobil belum melakukan pembelian tambahan. Namun, hal itu bukan indikasi kekurangan pasokan. Laode menyebut perusahaan tersebut masih memiliki cadangan yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen hingga beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: OJK Minta Bank Sesuaikan Suku Bunga Secara Halus, Hindari Persaingan Tak Sehat
“Bisa dibilang empat-empatnya oke. Yang belum negosiasi karena stoknya masih cukup. ExxonMobil punya cadangan aman,” ujar Laode menegaskan.
ESDM juga menyoroti pentingnya koordinasi antara operator SPBU dan Pertamina Patra Niaga agar proses distribusi nasional lebih stabil. Pemerintah meminta semua pihak bergerak cepat untuk memastikan tidak ada keterlambatan pasokan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Laode memastikan, dengan negosiasi yang hampir selesai dan dengan jalurnya kargo impor yang sudah dipersiapkan, gangguan suplai tidak lagi menjadi kekhawatiran besar dalam beberapa hari ke depan. Ia menekankan bahwa situasi seperti ini harus menjadi pelajaran untuk memperkuat manajemen stok dan komunikasi antara pelaku usaha.
Baca Juga: Kenaikan Pangkat ASN Kini Bisa 12 Kali Setahun, BKN Siapkan Lompatan Baru Pengelolaan Karier
Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pasokan BBM, menurut pemerintah, berada pada tren pemulihan dan seluruh jaringan SPBU swasta dipastikan mampu memenuhi permintaan sesuai kebutuhan.
Dengan proses yang berjalan sesuai rencana, ESDM optimistis bahwa layanan BBM di SPBU swasta segera kembali normal sepenuhnya. Pemerintah berkomitmen mengawasi distribusi hingga pemulihan stok tercapai di seluruh wilayah. ***
Artikel Terkait
Investasi Melesat! Kenapa Penunjukan Dr. Irene sebagai Wakil Dubes China Begitu Krusial bagi Bisnis RI?
Kampanye Antirokok Dinilai Belum Efektif, Produksi Rokok Dalam Negeri Sulit untuk Ditekan
TERBONGKAR! Dalih DPR di Balik Rehabilitasi Ira Puspadewi, KPK & Vonis Korupsi ASDP Dipertanyakan!
Skandal 'Jual Beli' DAK: Pejabat Kemenkes & Sultra Gasak Rp1,5 Miliar Proyek RSUD Koltim!
Miliaran Rupiah Lenyap! Jalur Kereta Jadi Ladang Suap, KPK Gegerkan Korupsi DJKA Kemenhub
Kasus Vendor Proyek Fiktif Rugikan Negara Rp46,8 Miliar, KPK Tahan 2 Pejabat PT PP
Kenaikan Pangkat ASN Kini Bisa 12 Kali Setahun, BKN Siapkan Lompatan Baru Pengelolaan Karier
OJK Minta Bank Sesuaikan Suku Bunga Secara Halus, Hindari Persaingan Tak Sehat
Roy Suryo Siap Hentikan Bahas Ijazah Jokowi Jika Diminta Prabowo, Tapi Masih Soroti Pendidikan Gibran
Rehabilitasi Eks Direksi ASDP Dinilai Hak Presiden, KPK Tegaskan Proses Hukum Sudah Tuntas