INSIBERNEWS - Seorang siswa SMPN 7 Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berinisial BE (15), ditemukan meninggal dunia di dalam kelas pada Selasa (28/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban diketahui tewas dengan leher terikat dasi di jendela kelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, menjelaskan bahwa informasi awal yang beredar berbeda-beda.
“Ada yang menyebut siswa kita ini sudah tergantung di jendela dengan dasi terlilit di leher, ada juga yang bilang sudah tergeletak di lantai,” ujar Asril kepada kumparan, Selasa malam.
Baca Juga: Banjir Kritik! Film ‘Abadi Nan Jaya’ Tetap Puncaki Daftar Netflix Indonesia
BE merupakan siswa kelas 9 dan ditemukan meninggal di ruang kelasnya saat kondisi kelas sedang kosong. Sementara itu, teman-teman sekelasnya diketahui sedang mengikuti kegiatan di laboratorium sekolah pada saat kejadian berlangsung.
Kasus ini langsung menjadi perhatian pihak berwenang. Polisi setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara, sementara Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto juga melakukan investigasi internal untuk mencari tahu latar belakang kejadian tersebut.
Asril menambahkan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada indikasi perundungan, kekerasan, atau masalah lain yang mungkin berkontribusi terhadap tragedi ini.
“Kami ingin memastikan apakah ada bullying atau kekerasan, sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Israel Serang Gaza Setelah Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata
Menurut pengakuan guru dan teman sekelas, BE dikenal sebagai siswa yang pendiam dan jarang menceritakan masalah pribadinya. Namun, ia juga dikenal sebagai siswa yang memiliki prestasi baik di sekolah dan aktif mengikuti beberapa kegiatan akademik.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan guru di SMPN 7 Sawahlunto. Sekolah dikabarkan memberikan pendampingan psikologis kepada teman-teman sekelas korban yang ikut terdampak secara emosional.
Baca Juga: Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sebelum hasil investigasi resmi keluar. Sementara itu, Dinas Pendidikan menegaskan akan terus memantau kondisi psikologis siswa lain serta meningkatkan upaya pencegahan kasus serupa di lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Sulitnya Akses Pendanaan Koperasi Desa: 'Itu Ranah Perbankan, Bukan Pemerintah!'
Suporter Desak Erick Thohir Mundur, Nilai PSSI Gagal dan Tak Punya Arah yang Jelas
Andre Rosiade Desak PSSI Kembalikan Shin Tae-yong, Singgung Soal Dana APBN dan Efisiensi Federasi
Heboh Insentif Rp5 Juta: Candaan atau Kebijakan Baru BGN? Begini Duduk Perkara Sebenarnya
Megawati Hangestri Akhiri Kontrak dengan Manisa BBSK, Ungkap Alasan Pribadi di Balik Keputusan
Hakim Vonis Mati Gunawan, Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Rejang Lebong
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir
Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama
Ketegangan Meningkat, Israel Serang Gaza Setelah Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata
Banjir Kritik! Film ‘Abadi Nan Jaya’ Tetap Puncaki Daftar Netflix Indonesia