TRAGIS! Siswa SMPN 7 Sawahlunto Ditemukan Tewas di Kelas, Polisi dan Dinas Pendidikan Selidiki Kasus

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:35 WIB
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)

 

INSIBERNEWS - Seorang siswa SMPN 7 Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berinisial BE (15), ditemukan meninggal dunia di dalam kelas pada Selasa (28/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban diketahui tewas dengan leher terikat dasi di jendela kelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, menjelaskan bahwa informasi awal yang beredar berbeda-beda.

“Ada yang menyebut siswa kita ini sudah tergantung di jendela dengan dasi terlilit di leher, ada juga yang bilang sudah tergeletak di lantai,” ujar Asril kepada kumparan, Selasa malam.

Baca Juga: Banjir Kritik! Film ‘Abadi Nan Jaya’ Tetap Puncaki Daftar Netflix Indonesia

BE merupakan siswa kelas 9 dan ditemukan meninggal di ruang kelasnya saat kondisi kelas sedang kosong. Sementara itu, teman-teman sekelasnya diketahui sedang mengikuti kegiatan di laboratorium sekolah pada saat kejadian berlangsung.

Kasus ini langsung menjadi perhatian pihak berwenang. Polisi setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara, sementara Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto juga melakukan investigasi internal untuk mencari tahu latar belakang kejadian tersebut.

Asril menambahkan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada indikasi perundungan, kekerasan, atau masalah lain yang mungkin berkontribusi terhadap tragedi ini.

“Kami ingin memastikan apakah ada bullying atau kekerasan, sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Israel Serang Gaza Setelah Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata

Menurut pengakuan guru dan teman sekelas, BE dikenal sebagai siswa yang pendiam dan jarang menceritakan masalah pribadinya. Namun, ia juga dikenal sebagai siswa yang memiliki prestasi baik di sekolah dan aktif mengikuti beberapa kegiatan akademik.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan guru di SMPN 7 Sawahlunto. Sekolah dikabarkan memberikan pendampingan psikologis kepada teman-teman sekelas korban yang ikut terdampak secara emosional.

Baca Juga: Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama

Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sebelum hasil investigasi resmi keluar. Sementara itu, Dinas Pendidikan menegaskan akan terus memantau kondisi psikologis siswa lain serta meningkatkan upaya pencegahan kasus serupa di lingkungan sekolah.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X