INSIBERNEWS - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mendesak Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk mundur dari jabatannya. Desakan ini muncul setelah federasi dianggap gagal menunjukkan arah pembangunan sepak bola nasional yang jelas dan terukur.
Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, mengatakan PSSI di bawah kepemimpinan Erick justru kehilangan konsistensi dalam menetapkan target dan arah pembinaan. Salah satu contohnya, kata Indro, adalah target lolos Piala Dunia yang terus berubah setiap beberapa tahun.
“Awalnya target disebut 2026, lalu bergeser ke 2030, dan sekarang berubah lagi jadi 2034. Pergeseran target ini menunjukkan bahwa PSSI tidak punya perencanaan jangka panjang yang konkret,” ujar Indro dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Indro juga menyinggung soal “blueprint sepak bola Indonesia” yang pernah dijanjikan Erick Thohir di awal masa jabatannya. Namun hingga kini, publik belum pernah melihat dokumen tersebut secara terbuka.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal Polemik Utang Whoosh, Begini Katanya!
“Sejak awal Erick sering bicara soal blueprint, tapi sampai hari ini masyarakat, akademisi, bahkan pelaku sepak bola tidak tahu seperti apa isinya. Semua seolah hanya janji tanpa bukti,” ujarnya.
Menurut Indro, ketidakjelasan arah pembinaan dan ketiadaan transparansi membuat banyak suporter merasa kecewa. Ia menilai PSSI terlalu sering menjual mimpi tanpa ada langkah nyata dalam pembenahan sistem pembinaan usia muda, infrastruktur, maupun tata kelola organisasi.
“PSSI tidak bisa terus menjual harapan. Sepak bola Indonesia butuh sistem yang solid, bukan sekadar wacana. Kami tidak melihat adanya perubahan signifikan selama Erick memimpin,” tegasnya.
Baca Juga: BGN Klarifikasi Soal Janji Insentif Rp5 Juta: 'Hanya Candaan Saat Rapat, Bukan Kebijakan Resmi'
Selain itu, PSTI juga menilai federasi saat ini tengah mengalami krisis kepercayaan di mata publik. Banyak kebijakan dianggap berubah-ubah dan lebih sibuk pada pencitraan dibanding perbaikan fundamental.
Indro menegaskan, jika PSSI tidak segera menunjukkan peta jalan yang nyata dan transparan, maka wajar bila publik meminta pertanggungjawaban dari pucuk pimpinan.
“Kalau memang tidak bisa membawa perubahan yang dijanjikan, maka sudah seharusnya Erick Thohir legawa untuk mundur,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
HEBOH! DMI Bikin Spanduk 'BAKSO BABI' di Bantul: Kisah Pedagang Muslim yang Ngotot Sembunyikan Nonhalal!
Kondisi Na Daehoon Yang Semakin Kurus Usai Diselingkuhi Jule, Dikhawatirkan Warganet
Selain Melaney Ricardo, Raffi Ahmad Juga Jenguk Fahmi Bo Dan Panjatkan Doa Untuk Sang Teman
NIKITA MIRZANI BEBAS DARI TPPU! Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim Meringankan Hukuman.
Cabut Gugatan, Sandra Dewi Pasrah Aset Mewahnya Disita Kejagung Terkait Kasus Korupsi Harvey Moeis
Syahganda Nainggolan Nilai Pemerintahan Prabowo Mulai Pulihkan Luka Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Naik
Angbeen Rishi Gugat Cerai Adly Fairuz, Rumah Tangga yang Pernah Harmonis Kini di Ujung Tanduk
BGN Klarifikasi Soal Janji Insentif Rp5 Juta: 'Hanya Candaan Saat Rapat, Bukan Kebijakan Resmi'
Menkeu Purbaya Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal Polemik Utang Whoosh, Begini Katanya!
Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Sulitnya Akses Pendanaan Koperasi Desa: 'Itu Ranah Perbankan, Bukan Pemerintah!'