INSIBERNEWS - Pesawat militer Israel kembali melancarkan serangan di Kota Gaza pada Selasa, 28 Oktober 2025. Langkah ini terjadi setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dan memerintahkan militer untuk mengambil tindakan tegas.
Serangan udara dilaporkan menyasar area di sekitar Rumah Sakit Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza utara. Saksi mata menyebut ledakan terdengar beberapa kali, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Baca Juga: Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama
Militer Israel memilih tidak langsung mengeluarkan pernyataan rinci soal serangan ini. Namun, banyak pihak menilai serangan tersebut menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata yang berlaku tiga minggu lalu mulai terjalin.
Netanyahu menegaskan bahwa serangan dilakukan karena Hamas dianggap melakukan pelanggaran gencatan senjata, termasuk melancarkan aksi terhadap pasukan Israel di wilayah yang berada di bawah kendali Israel. Pernyataan resmi pemerintah tidak menyebutkan insiden spesifik yang memicu serangan ini.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir
Hamas sendiri membantah melakukan pelanggaran dan menegaskan komitmen mereka terhadap gencatan senjata. Namun, ketegangan meningkat setelah Israel menuduh Hamas menunda pengembalian beberapa jenazah sandera, yang menjadi salah satu titik konflik diplomatik.
Sejak perang dua tahun lalu, jalur Gaza yang sempit telah mengalami kerusakan parah. Gencatan senjata yang awalnya memberi harapan bagi warga kini diuji kembali dengan serangan ini, memunculkan ketidakpastian bagi kehidupan sehari-hari di wilayah tersebut.
Pekan sebelumnya, Israel juga melakukan “serangan terarah” di Gaza tengah terhadap seorang individu yang dianggap berencana menyerang pasukan mereka. Insiden-insiden ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata masih rapuh dan rawan pecah.
Baca Juga: Hakim Vonis Mati Gunawan, Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Rejang Lebong
Para pengamat internasional memperingatkan bahwa eskalasi baru bisa memicu konflik lebih luas jika kedua pihak tidak menahan diri. Amerika Serikat tetap menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata, meski situasi di lapangan sangat dinamis.
Di tengah ketegangan ini, warga Gaza menghadapi ketidakpastian besar. Upaya kemanusiaan semakin sulit dilakukan, sementara seluruh dunia menunggu langkah selanjutnya dari Israel dan Hamas, apakah memilih dialog atau kembali ke konflik terbuka. ***
Artikel Terkait
BGN Klarifikasi Soal Janji Insentif Rp5 Juta: 'Hanya Candaan Saat Rapat, Bukan Kebijakan Resmi'
Menkeu Purbaya Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal Polemik Utang Whoosh, Begini Katanya!
Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Sulitnya Akses Pendanaan Koperasi Desa: 'Itu Ranah Perbankan, Bukan Pemerintah!'
Suporter Desak Erick Thohir Mundur, Nilai PSSI Gagal dan Tak Punya Arah yang Jelas
Andre Rosiade Desak PSSI Kembalikan Shin Tae-yong, Singgung Soal Dana APBN dan Efisiensi Federasi
Heboh Insentif Rp5 Juta: Candaan atau Kebijakan Baru BGN? Begini Duduk Perkara Sebenarnya
Megawati Hangestri Akhiri Kontrak dengan Manisa BBSK, Ungkap Alasan Pribadi di Balik Keputusan
Hakim Vonis Mati Gunawan, Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Rejang Lebong
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir
Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama