“Pertanyaannya sekarang, apakah proyek ini benar-benar menguntungkan rakyat dalam jangka panjang atau hanya menjadi beban utang yang diwariskan ke generasi berikutnya?” katanya.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian BUMN menegaskan bahwa proyek KCJB tetap memiliki nilai strategis sebagai tonggak awal pembangunan transportasi cepat di Indonesia.
Proyek ini diharapkan membuka peluang investasi baru, mempercepat konektivitas wilayah, serta menjadi batu loncatan menuju jaringan kereta cepat lintas Jawa di masa depan.
Baca Juga: Kejagung Serahkan Uang Sitaan Rp13,2 Triliun ke Negara, Prabowo Saksikan Langsung
Meski demikian, polemik soal tanggung jawab dan transparansi pendanaan proyek Whoosh diperkirakan belum akan reda dalam waktu dekat.
Publik menunggu langkah pemerintah berikutnya dalam memastikan proyek kebanggaan ini benar-benar memberi manfaat ekonomi yang nyata, bukan sekadar pencapaian simbolik.***
Artikel Terkait
Kabinet 'Gemuk' Prabowo-Gibran, Strategi Politik atau Beban Pemerintahan?
Tiara Andini Resmi Rilis Album Baru 'Edelweiss', Simbol Cinta dan Perjuangan
Ingatkan Aparat Hukum Jangan Dzolim, Prabowo: Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil, Penegak Hukum Harus Punya Hati!
Kejagung Serahkan Uang Sitaan Rp13,2 Triliun ke Negara, Prabowo Saksikan Langsung
Acara IFG Bike for Charity 2025 di Tasikmalaya Dimeriahkan oleh 1000 Pesepeda!
Kucurkan Dana Rp16 Triliun, Danantara Siap Dorong Pasar Modal Jelang Akhir Tahun
Wahana Perosotan Ambruk di Ketapang, Cermin Buram Keselamatan Permainan Rakyat di Indonesia
Inflasi Oktober Diprediksi Naik, Cuaca Buruk dan Biaya Logistik Jadi Biang Kerok
Kasus Kematian Mahasiswa Unud, RSUP Prof Ngoerah Hentikan Sementara Koas yang Diduga Terlibat Perundungan
Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Mulai Pulih, Permintaan Listrik Baru Jadi Sinyal Positif