Wahana Perosotan Ambruk di Ketapang, Cermin Buram Keselamatan Permainan Rakyat di Indonesia

Photo Author
- Senin, 20 Oktober 2025 | 15:31 WIB
Menyoroti kasus robohnya wahana permainan Rainbow Slide di Ketapang, Kalimantan Barat yang bikin heboh warganet di media sosial. (X.com/B3doel)
Menyoroti kasus robohnya wahana permainan Rainbow Slide di Ketapang, Kalimantan Barat yang bikin heboh warganet di media sosial. (X.com/B3doel)

INSIBERNEWS - Suasana riuh tawa di pasar malam Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan massal.

Sabtu malam (18/10/2025), wahana perosotan pelangi atau Rainbow Slide yang tengah dipadati pengunjung tiba-tiba ambruk dan menimpa belasan orang.

Kejadian berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, tawa anak-anak dan sorak penonton berubah menjadi jeritan minta tolong. Rangka logam di bagian tengah wahana terlihat melengkung sebelum akhirnya patah dan menarik seluruh struktur hingga roboh.

Baca Juga: Kucurkan Dana Rp16 Triliun, Danantara Siap Dorong Pasar Modal Jelang Akhir Tahun

Cahaya warna-warni lampu hias yang semula memperindah malam berubah menjadi kilatan lampu darurat ketika petugas mengevakuasi korban. Beberapa warga mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Air Upas untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, memastikan pihaknya telah mengamankan lokasi kejadian dan menutup seluruh wahana pasar malam untuk sementara waktu.

“Kami sudah memanggil penanggung jawab wahana dan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan mendalam,” ujar Harris dalam keterangan resminya, Minggu (19/10/2025).

Baca Juga: Acara IFG Bike for Charity 2025 di Tasikmalaya Dimeriahkan oleh 1000 Pesepeda!

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di wahana permainan rakyat yang kerap diwarnai minimnya pengawasan dan lemahnya standar keselamatan. Pengelola sering kali mengutamakan keuntungan tanpa memperhatikan keamanan pengunjung.

Kasus di Ketapang bukan yang pertama. Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah insiden serupa juga terjadi di berbagai daerah. Di Tulungagung, Jawa Timur, awal 2024, wahana di Asia Eropa Park porak-poranda diterjang angin kencang.

Struktur yang dibangun dari bahan ringan roboh hanya dalam beberapa menit. Beruntung, tidak ada korban jiwa, tapi insiden itu membuka mata publik soal lemahnya konstruksi dan ketidaksiapan pengelola menghadapi faktor cuaca ekstrem.

Baca Juga: Kejagung Serahkan Uang Sitaan Rp13,2 Triliun ke Negara, Prabowo Saksikan Langsung

Tak lama berselang, pada Desember 2023, wahana anak di Banyuwangi Night Amazing ambruk di tengah keramaian libur Natal. Tiga orang luka-luka, termasuk satu operator. Pihak kepolisian kala itu langsung menutup lokasi dan mengingatkan pengelola agar lebih disiplin memeriksa kondisi wahana sebelum beroperasi.

Namun, imbauan itu tampaknya belum diikuti secara serius. Pada Juni 2022, wahana ontang-anting di Lapangan Jolotundo, Semarang, juga roboh saat beroperasi. Seorang anak berusia 10 tahun terluka cukup parah. Investigasi menunjukkan rangka wahana tidak memenuhi standar keamanan, tetapi sanksi yang dijatuhkan hanya bersifat administratif.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X