Sejumlah pakar juga menilai langkah Trump ini bisa jadi strategi politik. Mengingat popularitas TikTok di kalangan anak muda, menjaga keberlangsungan aplikasi bisa memberi keuntungan elektoral.
Namun, para analis tetap mengingatkan bahwa tanpa kesepakatan jelas dan transparan, isu keamanan data akan terus menjadi bahan kontroversi.
Baca Juga: Usai Tuntut Nafkah Ahmad Assegaf 100 Perak, Kini Tasya Farasya Pilih Bakar Baju Tidur Lamanya
Dalam beberapa minggu ke depan, semua mata akan tertuju pada negosiasi final antara AS dan ByteDance. Jika berhasil, kesepakatan ini bisa menjadi tonggak penting dalam mengatur hubungan teknologi antara kedua negara besar yang sering kali diwarnai ketegangan.
Namun jika gagal, masa depan TikTok di Amerika mungkin akan kembali berada di ujung tanduk.***
Artikel Terkait
Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia, Bapanas Sebut Produksi Beras Sudah Mandiri
Timnas eFootball Indonesia Mantap Lolos ke Final Dunia di Riyadh, Jaga Status Juara Bertahan
Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel, Temuan Dugaan Pengawasan Massal Warga Gaza
Usai Tuntut Nafkah Ahmad Assegaf 100 Perak, Kini Tasya Farasya Pilih Bakar Baju Tidur Lamanya
Hera Lubis Laporkan Ferry Irwandi ke Polisi Buntut Dugaan Fitnah Dalang Demo Agustus 2025
Mengejutkan! Cha Hyun Seung Bintang Single's Inferno Bongkar Penyakit Serius yang Menghentikan Mimpinya
Layanan Pengaduan Program Makan Bergizi Gratis Resmi Dibuka BGN, Catat Nomornya!
Selena Gomez Resmi Menikah dengan Benny Blanco, Begini Awal Kisah Cinta Mereka!
Tengku Dewi Lakukan Oplas Untuk Memperindah Dirinya Usai Bercerai Dengan Andrew Andika
Meta Ayu, Istri Almarhum Diplomat Muda Arya Daru Pertama Kali Muncul ke Publik, Mohon Tidak Ada Lagi Framing Negatif Untuk Sang Suami