INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya meneken perintah eksekutif terbaru yang memberi TikTok lampu hijau untuk tetap beroperasi di negaranya.
Namun, izin ini bukan berarti tanpa batas. TikTok diwajibkan memenuhi standar keamanan nasional yang ditetapkan pemerintah, terutama terkait perlindungan data pengguna.
Keputusan tersebut menjadi babak baru dalam drama panjang hubungan antara Washington dan ByteDance, perusahaan asal Tiongkok yang menaungi TikTok.
Sebelumnya, isu kepemilikan aplikasi ini sempat memicu perdebatan sengit karena dianggap berpotensi mengancam keamanan data warga Amerika.
Pemerintah AS selama bertahun-tahun menaruh curiga terhadap dominasi ByteDance. Bahkan, di era Presiden Joe Biden, sempat ada tekanan agar ByteDance menjual aset TikTok di AS ke investor lokal. Tujuannya jelas: memastikan data pengguna Amerika tidak bocor atau disalahgunakan oleh pihak asing.
Kini, langkah yang ditempuh pemerintahan Trump sedikit berbeda. Alih-alih menutup total aplikasi, solusi yang ditawarkan adalah memberikan kendali penuh atas algoritma TikTok kepada investor Amerika.
Ini dianggap jalan tengah untuk meredakan ketegangan sekaligus menjaga popularitas aplikasi di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Selena Gomez Resmi Menikah dengan Benny Blanco, Begini Awal Kisah Cinta Mereka!
Wakil Presiden JD Vance ikut menegaskan bahwa penguasaan algoritma menjadi titik paling krusial dalam kesepakatan ini.
“Yang terpenting adalah memastikan kontrol algoritma sepenuhnya dipegang pihak Amerika. Dengan begitu, kita bisa menutup celah potensi penyalahgunaan data,” ujarnya menekankan.
Meski demikian, publik masih harus bersabar. Detail resmi dari perjanjian tersebut belum dipublikasikan, sementara pemerintah Tiongkok juga belum memberi sinyal persetujuan. Banyak pihak menduga pembahasan masih alot, mengingat algoritma adalah jantung bisnis TikTok yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.
Baca Juga: Tengku Dewi Lakukan Oplas Untuk Memperindah Dirinya Usai Bercerai Dengan Andrew Andika
Di sisi lain, pengguna TikTok di Amerika menyambut kabar ini dengan lega. Mereka khawatir jika pemerintah benar-benar memutuskan untuk menutup aplikasi, akan ada dampak besar, terutama bagi kreator konten dan bisnis kecil yang mengandalkan platform tersebut.
Artikel Terkait
Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia, Bapanas Sebut Produksi Beras Sudah Mandiri
Timnas eFootball Indonesia Mantap Lolos ke Final Dunia di Riyadh, Jaga Status Juara Bertahan
Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel, Temuan Dugaan Pengawasan Massal Warga Gaza
Usai Tuntut Nafkah Ahmad Assegaf 100 Perak, Kini Tasya Farasya Pilih Bakar Baju Tidur Lamanya
Hera Lubis Laporkan Ferry Irwandi ke Polisi Buntut Dugaan Fitnah Dalang Demo Agustus 2025
Mengejutkan! Cha Hyun Seung Bintang Single's Inferno Bongkar Penyakit Serius yang Menghentikan Mimpinya
Layanan Pengaduan Program Makan Bergizi Gratis Resmi Dibuka BGN, Catat Nomornya!
Selena Gomez Resmi Menikah dengan Benny Blanco, Begini Awal Kisah Cinta Mereka!
Tengku Dewi Lakukan Oplas Untuk Memperindah Dirinya Usai Bercerai Dengan Andrew Andika
Meta Ayu, Istri Almarhum Diplomat Muda Arya Daru Pertama Kali Muncul ke Publik, Mohon Tidak Ada Lagi Framing Negatif Untuk Sang Suami