Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel, Temuan Dugaan Pengawasan Massal Warga Gaza

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 27 September 2025 | 18:00 WIB
Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel (Foto : Investment Monitor)
Microsoft Hentikan Layanan Cloud untuk Militer Israel (Foto : Investment Monitor)

INSIBERNEWS - Microsoft mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sebagian layanan cloud Azure yang digunakan oleh unit militer Israel. Keputusan ini muncul setelah penyelidikan internal perusahaan menemukan adanya indikasi kuat bahwa teknologi mereka dipakai untuk kegiatan pengawasan massal terhadap warga sipil di Gaza.

Vice Chair sekaligus President Microsoft, Brad Smith, menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen global untuk tidak menyediakan teknologi yang berpotensi dipakai dalam praktik pelanggaran hak asasi manusia.

Baca Juga: Tawuran Pelajar di Bekasi Tewaskan Dua Remaja, Polisi Tangkap Satu Tersangka

"Kami tidak pernah menyediakan teknologi untuk memfasilitasi pengawasan massal terhadap warga sipil. Prinsip ini telah kami pegang dan terapkan secara konsisten di seluruh dunia selama lebih dari dua dekade," kata Smith, dikutip dari The Seattle Times, Jumat (26/9).

Langkah Microsoft ini tak lepas dari laporan investigasi gabungan yang dirilis awal Agustus lalu oleh The Guardian, majalah Israel-Palestina +972, dan media berbahasa Ibrani Local Call.

Investigasi tersebut mengungkap bahwa Unit 8200—salah satu unit intelijen militer elite Israel—menggunakan infrastruktur Azure untuk membangun gudang data raksasa.

Baca Juga: Heboh! Kurir COD di Bekasi Diserang Pedang Gara-Gara Tagih Paket Rp30 Ribu

Gudang data itu diduga menyimpan rekaman jutaan panggilan telepon yang disadap dari warga sipil Palestina, baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Temuan ini memicu perdebatan internasional mengenai etika pemanfaatan teknologi oleh militer dalam konflik yang berkepanjangan.

Penyelidikan internal Microsoft kemudian dilakukan untuk menelusuri detail laporan tersebut.

Hasil awal menguatkan sebagian temuan media investigatif itu, hingga akhirnya perusahaan memutuskan menghentikan sebagian layanan cloud yang berhubungan dengan militer Israel.

Baca Juga: Prabowo Janji Benahi Program Makan Bergizi Gratis Usai Pulang dari Lawatan Luar Negeri

Keputusan ini mendapat sorotan luas, mengingat Microsoft termasuk salah satu penyedia teknologi terbesar di dunia yang kerap menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan pertahanan di banyak negara.

Di sisi lain, langkah ini juga menambah tekanan politik terhadap Israel, yang selama ini mendapat kritik tajam terkait operasi intelijen dan militer di Palestina. Keputusan Microsoft dipandang sebagai bentuk tanggung jawab korporasi global dalam menegakkan standar etika penggunaan teknologi.

Baca Juga: Trump Desak Erdogan Stop Beli Minyak Rusia, Tekanan ke Putin Makin Ditingkatkan

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X