INSIBERNEWS - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menyatakan bersedia untuk bergabung dalam Komite Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut Mahfud MD sebagai sosok yang tepat untuk bergabung dalam komite tersebut.
Kehadiran Mahfud MD dianggap dapat membawa bobot besar dalam upaya perbaikan institusi kepolisian.
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Sragen dan Klaten, Ribuan Warga Mengandalkan Bantuan Air Bersih
Dengan rekam jejaknya di bidang politik, hukum, dan keamanan membuat Mahfud MD dinilai kredibel dalam memberi masukan terhadap reformasi Polri.
"Pak Mahfud kan tokoh yang kredibel. Dia pernah Menko Polhukam dan dia memahami," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu 24 September 2025.
Mahfud MD sebelumnya juga telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan Komite Reformasi Polri saat menerima kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pada Selasa 16 September 2025 lalu.
"Yang ingin saya pastikan dari diskusi yang itu, saya hanya menyampaikan konfirmasi satu hal bahwa saya menyetujui seluruh rencana Pak Prabowo untuk reformasi dan saya bisa ikut membantu dalam tim reformasi Polri," ujar Mahfud dalam kanal Youtube Mahfud MD Official yang tayang pada Senin 22 September 2025.
Mahfud menyebut keterlibatan dalam tim ini merupakan bagian dari kontribusinya kepada negara. Meski demikian, ia belum bisa membeberkan detail mengenai posisi atau peran spesifik yang akan ia diterimanya.
Adapun Mahfud juga menyoroti sejumlah persoalan yang harus diperbaiki dalam tubuh Polri, terutama terkait penegakan hukum. Tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian, yakni aturan, aparat, dan budaya.
"Masalahnya kultural ini, polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian. Nah sehingga saya enggak banyak yang perlu dirombak, karena aturan apapun yang dicari tentang Polri yang bagus itu gimana sih? sudah ada semua di undang-undang," kata Mahfud.
Dalam diskusinya dengan sejumlah elite Polri, Mahfud menegaskan bahwa ada tiga hal yang perlu dievaluasi, yaitu struktur, kultur, dan instrumen.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Menolak Berdamai Dengan Lisa Mariana, Imbas Nama Baiknya Hancur dan Alami Gangguan Rumah Tangga
Soal Ratusan Siswa Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat, Kepala BGN : Jadi Itu Ada Kesalahan Teknis
BRI Peringati Hari Tani Nasional melalui Akses Pembiayaan dan Pemberdayaan Inklusif untuk Perkuat Dukungan bagi Sektor Pertanian
Prabowo dan PM Kanada Sepakat Tandatangani Perjanjian Dagang Besar ICA-CEPA
Tarif Listrik Tetap di Akhir 2025, Pemerintah Pilih Jaga Daya Beli Rakyat
Insentif PPN Properti Diperpanjang, Beli Rumah Bebas Pajak hingga 2026
Kekeringan Meluas di Sragen dan Klaten, Ribuan Warga Mengandalkan Bantuan Air Bersih
Jonathan Frizzy Dituntut Setahun Penjara Kasus Vape Ilegal, Kuasa Hukum Siapkan Pleidoi