Soal Ratusan Siswa Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat, Kepala BGN : Jadi Itu Ada Kesalahan Teknis

Photo Author
Linda Yuliani, Insibernews
- Kamis, 25 September 2025 | 10:23 WIB
Kepala BGN Sebut keracunan massal MBG karena kesalahan teknis  (Foto istimewa)
Kepala BGN Sebut keracunan massal MBG karena kesalahan teknis (Foto istimewa)

INSIBERNEWS - Ratusan siswa di Cipongkor, Bandung Barat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Cipongkor menjadi daerah yang paling banyak siswa mengalami Keracunan akibat MBG.

Pertamanya terdapat 70 siswa yang diketahui keracunan pada Senin (22/9).

Baca Juga: Ridwan Kamil Menolak Berdamai Dengan Lisa Mariana, Imbas Nama Baiknya Hancur dan Alami Gangguan Rumah Tangga

70 siswa yang mengalami Keracunan merupakan siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Usai dari 70 siswa itu, selanjut bertambah lagi siswa di daerah Cipongkor yang mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.

Menanggapi hebohnya warta ratusan siswa keracunan MBG, Ritchie Ismail alias Jeje Govinda yang menjabat sebagai bupati Bandung Barat menjelaskan bahwa dapur MBG yang ada di Cipongkor belum layak dan akan dievaluasi.

Baca Juga: Dokter Tan Shot Yen Kritik MBG, Isinya Burger 'Kastanisasi' Ia Ingin Anak Indonesia Konsumsi dan Kenal Makanan Lokal Indonesia

Sementara itu, Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menganggap bahwa kasus keracunan masal yang menimpa siswa Cipongkor merupakan sebuah keteledoran.

"Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran," ujar Deden sebagaimana dikutip INSIBERNEWS,25/9/2025.

Dadan ikut meninjau langsung dapur MBG yang ada di daerah Cipongkor. Ia juga menyempatkan diri menjenguk para korban yang mengalami keracunan.

Baca Juga: Heboh Isu Keretakan Keluarga Karena Warisan Mpok Alpa, Putri Sulungnya Beri Klarifikasi Tegas!

Selain itu Dadan menduga bahwa insiden keracunan terjadi karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi dan belum terbiasa mengelola makanan dengan jumlah yang banyak.

Ia juga menambahkan bahwa insiden yang diduga disebabkan karena SPPG yang belum terbiasa mengelola makan dalam jumlah besar merupakan kesalahan teknis.

Halaman:

Editor: Linda Yuliani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X