Mensesneg Tegaskan Skema Makanan Siap Santap Jadi Pilihan Terbaik Program MBG, Meski Banyak Usulan Perubahan

Photo Author
- Senin, 22 September 2025 | 12:56 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto : Reuters/Willy Kurniawan)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto : Reuters/Willy Kurniawan)

INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Sejak digulirkan, program ini menuai beragam tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik terkait skema pelaksanaannya.

DPR bahkan sempat melemparkan wacana untuk mengubah model distribusi agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya buka suara menanggapi wacana tersebut.

Menurutnya, meskipun ada banyak masukan yang masuk ke pemerintah, konsep distribusi makanan siap santap tetap dipandang sebagai pilihan yang paling realistis untuk saat ini.

Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Delapan Orang Ditangkap di Indekos

“Pemerintah sudah mempertimbangkan banyak hal, termasuk aspek pemerataan dan kendali gizi. Dengan skema makanan siap santap, anak-anak sekolah bisa langsung merasakan manfaat tanpa harus ada hambatan distribusi bahan mentah,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (22/9).

Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah memastikan seluruh anak Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah, bisa menikmati makanan sehat yang sesuai standar gizi. Hal ini diharapkan mampu menekan angka gizi buruk sekaligus mendorong produktivitas generasi muda.

Baca Juga: Sidang Cerai Perdana Eza Gionino Digelar di PN Cibinong, Kuasa Hukum Utamakan Jalur Damai

Prasetyo mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari keterlambatan distribusi, pengawasan kualitas makanan, hingga koordinasi lintas daerah. Namun, menurutnya, semua itu masih dalam tahap evaluasi agar program ini bisa berjalan lebih baik ke depannya.

“Program ini bukan sesuatu yang instan langsung sempurna. Kita akan terus memperbaiki sambil mendengarkan masukan dari berbagai pihak,” tegasnya.

Pemerintah juga menilai bahwa pemberian makanan siap santap lebih terkontrol dibandingkan bantuan dalam bentuk bahan mentah atau uang tunai.

Dengan begitu, risiko penyalahgunaan bisa ditekan, sekaligus memastikan makanan yang diterima anak-anak tetap memenuhi standar gizi.

Baca Juga: Kematian Yu Menglong: Benarkah Pernyataan Ibunda Sudah Menjawab Segalanya?

Selain itu, Prasetyo menambahkan bahwa program MBG juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X