INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Sejak digulirkan, program ini menuai beragam tanggapan, mulai dari dukungan hingga kritik terkait skema pelaksanaannya.
DPR bahkan sempat melemparkan wacana untuk mengubah model distribusi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya buka suara menanggapi wacana tersebut.
Menurutnya, meskipun ada banyak masukan yang masuk ke pemerintah, konsep distribusi makanan siap santap tetap dipandang sebagai pilihan yang paling realistis untuk saat ini.
Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Delapan Orang Ditangkap di Indekos
“Pemerintah sudah mempertimbangkan banyak hal, termasuk aspek pemerataan dan kendali gizi. Dengan skema makanan siap santap, anak-anak sekolah bisa langsung merasakan manfaat tanpa harus ada hambatan distribusi bahan mentah,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (22/9).
Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah memastikan seluruh anak Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah, bisa menikmati makanan sehat yang sesuai standar gizi. Hal ini diharapkan mampu menekan angka gizi buruk sekaligus mendorong produktivitas generasi muda.
Baca Juga: Sidang Cerai Perdana Eza Gionino Digelar di PN Cibinong, Kuasa Hukum Utamakan Jalur Damai
Prasetyo mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari keterlambatan distribusi, pengawasan kualitas makanan, hingga koordinasi lintas daerah. Namun, menurutnya, semua itu masih dalam tahap evaluasi agar program ini bisa berjalan lebih baik ke depannya.
“Program ini bukan sesuatu yang instan langsung sempurna. Kita akan terus memperbaiki sambil mendengarkan masukan dari berbagai pihak,” tegasnya.
Pemerintah juga menilai bahwa pemberian makanan siap santap lebih terkontrol dibandingkan bantuan dalam bentuk bahan mentah atau uang tunai.
Dengan begitu, risiko penyalahgunaan bisa ditekan, sekaligus memastikan makanan yang diterima anak-anak tetap memenuhi standar gizi.
Baca Juga: Kematian Yu Menglong: Benarkah Pernyataan Ibunda Sudah Menjawab Segalanya?
Selain itu, Prasetyo menambahkan bahwa program MBG juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal.
Artikel Terkait
Inggris Resmi Akui Palestina dan Ubah Peta di Tepi Barat Gaza, Israel Meradang!
Gubernur Jakarta Pramono Anung Soroti Maraknya Kecelakaan Bus TransJakarta, Janji Evaluasi Total
Miris! Dua Kakek Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bogor, Pelaku Ditangkap Usai Korban Berani Melapor ke Orangtua
DPR Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee Muncul di Publik Usai Ditahan, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan
Kematian Yu Menglong: Benarkah Pernyataan Ibunda Sudah Menjawab Segalanya?
Heboh! Nenek 66 Tahun Jadi Finalis Miss Universe Jepang 2025
KPK Periksa Bupati Pati Sudewo Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api
Sidang Cerai Perdana Eza Gionino Digelar di PN Cibinong, Kuasa Hukum Utamakan Jalur Damai
Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Delapan Orang Ditangkap di Indekos