Kondisi ini menjadikan Lebanon Selatan sebagai titik rawan yang sewaktu-waktu bisa menjadi medan perang terbuka.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa operasi militer Israel kali ini dapat memicu eskalasi yang jauh lebih luas.
“Setiap serangan tambahan akan membuka kemungkinan perang regional,” ujar seorang pengamat Timur Tengah. Menurutnya, dampaknya bukan hanya dirasakan warga Lebanon, tetapi juga bisa menyeret negara-negara tetangga dalam lingkaran konflik.
Baca Juga: Ban Tubeless vs Ban Dalam, Mana yang Lebih Cocok untuk Kendaraan Anda?
Di sisi lain, pemerintah Lebanon belum memberikan tanggapan resmi atas serangan terbaru ini.
Namun kelompok Hizbullah diperkirakan tidak akan tinggal diam dan kemungkinan besar akan merespons dengan serangan balasan ke wilayah Israel Utara. Pola semacam ini sudah berulang sejak awal tahun dan sulit diprediksi kapan bisa mereda.
Bagi masyarakat sipil, yang bisa dilakukan hanyalah bertahan. Setiap dentuman di langit malam berarti kemungkinan kehilangan rumah, kerabat, atau bahkan nyawa. Di tengah tarik-menarik kepentingan politik dan militer, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling menderita.***
Artikel Terkait
Ribut soal Paket COD, Ketua Lingkungan di Cianjur Dibacok Pemilik Toko
Waduh! Kang Dong Won dan Sejumlah Seleb Korea Diselidiki Polisi Terkait Agensi Ilegal
Baim Wong Akui Reputasi Merosot Usai Cerai, Bantah Isu Bangkrut
Tasya Farasya Kembali Aktif di Instagram, Tunjukkan Semangat Baru Usai Bercerai dengan Ahmad Assegaf
David Singleton Optimistis Timnas Basket Putra Bisa Kembali Sabet Emas di SEA Games 2025
Meta Buka Akses Teknologi Kacamata Pintar untuk Pengembang Aplikasi
Ban Tubeless vs Ban Dalam, Mana yang Lebih Cocok untuk Kendaraan Anda?
Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional di Tahun 2026
Polisi Tangkap 5 Perusuh Demo Rusuh di Semarang, Ada yang Masih di Bawah Umur
Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa