INSIBERNEWS - Israel kembali menggelar serangan udara besar-besaran di Lebanon Selatan pada Kamis malam. Rentetan bom dilaporkan menghantam wilayah yang disebut-sebut menjadi basis kelompok Hizbullah.
Serangan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah militer Israel memperingatkan warga agar segera meninggalkan desa-desa tertentu di dekat perbatasan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan detail di lapangan.
Pihak militer Israel mengklaim bahwa operasi ini ditujukan untuk melumpuhkan infrastruktur Hizbullah yang dianggap mulai bangkit kembali di kawasan tersebut.
Meski begitu, keterangan itu tidak dibarengi dengan bukti rinci, sehingga memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak soal transparansi Israel dalam operasi ini.
Juru bicara militer Israel untuk media Arab, Avichay Adraee, menyampaikan bahwa pasukannya berhasil menghantam sebuah gudang senjata milik Hizbullah.
Menurutnya, fasilitas semacam itu melanggar kesepahaman yang sebelumnya terjalin antara Israel dan Lebanon terkait batas aktivitas militer di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Polisi Tangkap 5 Perusuh Demo Rusuh di Semarang, Ada yang Masih di Bawah Umur
Sebelum melancarkan serangan, Adraee lebih dulu menyebarkan imbauan evakuasi kepada warga sipil di Desa Mais al-Jabal, Kfar Tibnit, dan Debbin. Belakangan, peringatan
diperluas hingga ke dua desa lainnya. “Segera tinggalkan bangunan, demi keselamatan,” begitu pesan yang ia sampaikan melalui akun media sosialnya.
Namun bagi sebagian besar warga, peringatan itu bukan jaminan keselamatan. Banyak yang mengaku tidak tahu harus pergi ke mana, mengingat kondisi Lebanon yang sudah lama diguncang krisis ekonomi dan politik.
Bagi mereka, setiap kali peringatan datang, selalu diikuti ketakutan bahwa rumah dan kampung halaman akan rata dengan tanah.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional di Tahun 2026
Situasi di perbatasan Israel–Lebanon sendiri kian tegang dalam beberapa bulan terakhir. Aksi saling serang antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah makin sering terjadi, terutama setelah konflik Israel–Hamas di Gaza semakin memanas.
Artikel Terkait
Ribut soal Paket COD, Ketua Lingkungan di Cianjur Dibacok Pemilik Toko
Waduh! Kang Dong Won dan Sejumlah Seleb Korea Diselidiki Polisi Terkait Agensi Ilegal
Baim Wong Akui Reputasi Merosot Usai Cerai, Bantah Isu Bangkrut
Tasya Farasya Kembali Aktif di Instagram, Tunjukkan Semangat Baru Usai Bercerai dengan Ahmad Assegaf
David Singleton Optimistis Timnas Basket Putra Bisa Kembali Sabet Emas di SEA Games 2025
Meta Buka Akses Teknologi Kacamata Pintar untuk Pengembang Aplikasi
Ban Tubeless vs Ban Dalam, Mana yang Lebih Cocok untuk Kendaraan Anda?
Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional di Tahun 2026
Polisi Tangkap 5 Perusuh Demo Rusuh di Semarang, Ada yang Masih di Bawah Umur
Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa