Konflik Memanas Lagi, Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon Selatan

Photo Author
- Jumat, 19 September 2025 | 19:11 WIB
Gencatan Senjata Israel-Hizbullah di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)
Gencatan Senjata Israel-Hizbullah di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)

INSIBERNEWS - Israel kembali menggelar serangan udara besar-besaran di Lebanon Selatan pada Kamis malam. Rentetan bom dilaporkan menghantam wilayah yang disebut-sebut menjadi basis kelompok Hizbullah.

Serangan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah militer Israel memperingatkan warga agar segera meninggalkan desa-desa tertentu di dekat perbatasan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan detail di lapangan.

Baca Juga: Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa

Pihak militer Israel mengklaim bahwa operasi ini ditujukan untuk melumpuhkan infrastruktur Hizbullah yang dianggap mulai bangkit kembali di kawasan tersebut.

Meski begitu, keterangan itu tidak dibarengi dengan bukti rinci, sehingga memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak soal transparansi Israel dalam operasi ini.

Juru bicara militer Israel untuk media Arab, Avichay Adraee, menyampaikan bahwa pasukannya berhasil menghantam sebuah gudang senjata milik Hizbullah.

Menurutnya, fasilitas semacam itu melanggar kesepahaman yang sebelumnya terjalin antara Israel dan Lebanon terkait batas aktivitas militer di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Polisi Tangkap 5 Perusuh Demo Rusuh di Semarang, Ada yang Masih di Bawah Umur

Sebelum melancarkan serangan, Adraee lebih dulu menyebarkan imbauan evakuasi kepada warga sipil di Desa Mais al-Jabal, Kfar Tibnit, dan Debbin. Belakangan, peringatan 

diperluas hingga ke dua desa lainnya. “Segera tinggalkan bangunan, demi keselamatan,” begitu pesan yang ia sampaikan melalui akun media sosialnya.

Namun bagi sebagian besar warga, peringatan itu bukan jaminan keselamatan. Banyak yang mengaku tidak tahu harus pergi ke mana, mengingat kondisi Lebanon yang sudah lama diguncang krisis ekonomi dan politik.

Bagi mereka, setiap kali peringatan datang, selalu diikuti ketakutan bahwa rumah dan kampung halaman akan rata dengan tanah.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Hari Libur Nasional di Tahun 2026

Situasi di perbatasan Israel–Lebanon sendiri kian tegang dalam beberapa bulan terakhir. Aksi saling serang antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah makin sering terjadi, terutama setelah konflik Israel–Hamas di Gaza semakin memanas.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X