INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengumumkan kondisi darurat kemanusiaan di Jalur Gaza dengan status bencana kelaparan. Pernyataan ini mempertegas laporan sebelumnya yang menyebut warga Gaza kini berada di ambang krisis pangan paling parah dalam sejarah modern kawasan tersebut.
Deklarasi ini dikeluarkan oleh para pakar dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sebuah lembaga pemantau ketahanan pangan global yang berbasis di Roma.
Baca Juga: Raffi Ahmad Bantah Isu Adopsi Anak Mpok Alpa, Tegaskan Hanya Siap Bantu
Hasil kajian mereka menunjukkan bahwa krisis sudah memasuki tahap bencana, dengan setengah juta warga di Kegubernuran Gaza terdampak langsung. Wilayah itu mencakup sekitar seperlima Jalur Gaza, termasuk Kota Gaza yang menjadi pusat kepadatan penduduk.
PBB menuding kondisi kelaparan ini bukan terjadi secara alami, melainkan akibat aksi sistematis yang dilakukan Israel.
Penutupan akses bantuan kemanusiaan, blokade berkepanjangan, serta serangan yang menghancurkan infrastruktur penting disebut sebagai faktor utama yang membuat masyarakat sipil semakin sulit bertahan hidup.
Baca Juga: Rapper Amerika Melly Mike Meriahkan Festival Pacu Jalur 2025, Disambut Hangat di Riau
Lebih jauh, IPC memperingatkan krisis ini tidak akan berhenti di Kota Gaza saja. Jika situasi tidak segera ditangani, bencana kelaparan diperkirakan meluas hingga ke kegubernuran Deir el-Balah dan Khan Yunis pada akhir September mendatang.
Dua wilayah tersebut mencakup hampir dua pertiga Jalur Gaza, yang berarti jutaan orang berpotensi masuk dalam kondisi darurat pangan ekstrem.
Baca Juga: Ketahuan Tak Punya Registrasi dan Akreditasi, Kemensos Bakal Tutup Panti Asuhan Ilegal
Sejumlah laporan lapangan juga menyebutkan, banyak keluarga di Gaza kini hanya bisa bertahan hidup dengan mengonsumsi sedikit makanan setiap hari, bahkan ada yang menggantungkan hidup pada air bersih dan roti kering. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan, dengan kasus gizi buruk yang kian meningkat setiap harinya.
Komunitas internasional semakin mendesak agar jalur distribusi bantuan kemanusiaan segera dibuka tanpa hambatan. Namun, hingga kini, pengiriman makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar masih sering tertahan di perbatasan akibat aturan ketat dari pihak Israel.
Baca Juga: Resmi Bercerai, Azizah Salsha dan Pratama Arhan Hadapi Sidang Perdana di PA Tigaraksa
PBB menegaskan bahwa bencana kelaparan di Gaza harus menjadi perhatian serius dunia. Mereka menyerukan agar negara-negara anggota segera mengambil langkah nyata, baik melalui tekanan diplomatik maupun bantuan langsung, guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi.
Artikel Terkait
Viral! Pasha Ungu Undur Diri Jadi DPR RI?
Vidi Aldiano Tetap Tampil Profesional Walaupun Kondisi Badan Kurang Sehat, Ia Menderita Kanker ginjal Sejak 2019
Ternyata Impor Naik 239 Persen, Kemenperin Tegur Asosiasi Tekstil yang Sempat Desak Perlindungan Industri
Diam-Diam Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah Salsha Sejak 1 Agustus 2025
Polisi Tangkap Empat Otak di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Bekasi
KPK Dalami Dugaan Korupsi DAK Mempawah, Eks Wakil Bupati Ikut Diperiksa
Resmi Bercerai, Azizah Salsha dan Pratama Arhan Hadapi Sidang Perdana di PA Tigaraksa
Ketahuan Tak Punya Registrasi dan Akreditasi, Kemensos Bakal Tutup Panti Asuhan Ilegal
Rapper Amerika Melly Mike Meriahkan Festival Pacu Jalur 2025, Disambut Hangat di Riau
Raffi Ahmad Bantah Isu Adopsi Anak Mpok Alpa, Tegaskan Hanya Siap Bantu