INSIBERNEWS - Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas, bukan hanya karena konflik bersenjata, tetapi juga karena pemberitaan yang menimbulkan kegemparan.
Media ternama Israel, Haaretz, melaporkan bahwa sejumlah prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diduga mendapat perintah untuk menembaki warga Palestina yang tengah mendekati titik distribusi bantuan kemanusiaan, meskipun mereka tidak menunjukkan ancaman.
Baca Juga: Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh, Wakil Ketua DPRD Banten Klarifikasi
Laporan ini menggambarkan kondisi tragis di lapangan. Beberapa saksi dan tentara yang dikutip menyebut rute menuju bantuan sebagai “ladang pembantaian”.
Disebutkan juga bahwa tembakan artileri digunakan untuk membubarkan massa, dalam operasi yang secara tidak resmi dijuluki “Salted Fish”. Tuduhan ini langsung memicu perdebatan tajam dan gelombang reaksi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome
IDF langsung angkat suara membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut pemberitaan itu tidak merepresentasikan kebijakan resmi mereka dan dianggap dapat menyesatkan opini publik internasional.
“Kami secara tegas menolak tudingan tersebut. Tidak pernah ada perintah dari pimpinan IDF untuk menargetkan warga sipil, apalagi yang sedang menunggu bantuan,” tegas juru bicara IDF seperti dikutip dari CNN, Jumat, 27 Juni 2025.
Baca Juga: Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan
IDF menekankan bahwa seluruh operasi militer yang berlangsung di Gaza selalu dilakukan dengan mengacu pada standar operasional dan hukum internasional. Setiap gerakan pasukan, menurut mereka, diawasi secara ketat dan dievaluasi secara berkala untuk meminimalkan jatuhnya korban sipil.
Pihak militer juga mengingatkan bahwa kondisi di Gaza sangat kompleks. Mereka mengklaim bahwa sering kali milisi bersenjata menyusup ke kerumunan warga sipil untuk melancarkan serangan, sehingga pasukan di lapangan harus mengambil keputusan dalam situasi yang sangat cepat dan penuh risiko.
Baca Juga: Menteri Karding Klarifikasi Soal Pernyataan Kontrovesial WNI Cari Kerja di Luar Negeri
Sikap yang sama juga ditegaskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya mengecam laporan tersebut sebagai kampanye fitnah terhadap IDF yang mereka sebut sebagai “tentara paling bermoral di dunia”.
“Ini adalah kebohongan keji yang ditujukan untuk merusak citra IDF di mata dunia,” ujar Netanyahu dan Gallant dalam pernyataan bersama mereka, juga dikutip dari CNN.
Artikel Terkait
Sadis! Menjadi Korban Bully Pelajar Asal Bandung Ini diseret, dipukul, Lalu diceburkan ke Sumur!
Darah Biru Kepiting Tapal Kuda Jadi Kunci Uji Vaksin, Harganya Capai Ratusan Juta per Liter!
Tren Sepatu Bot di Korea: Dari Kebutuhan Musim Hujan ke Item Fashion!
BRI Berdayakan UMKM Kopi Asal Toraja Ini hingga Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara
Selamat! Musisi Nadin Amizah Resmi Dilamar Faishal Tanjung, Vidi Aldiano dan Sheila Dara: Lamaran Adik-adik Tersayang
Segera Diumumkan 2 Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Legalkan Sumur Minyak Rakyat
Menteri Karding Klarifikasi Soal Pernyataan Kontrovesial WNI Cari Kerja di Luar Negeri
Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan
Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome
Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh, Wakil Ketua DPRD Banten Klarifikasi