Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh, Wakil Ketua DPRD Banten Klarifikasi

Photo Author
- Minggu, 29 Juni 2025 | 15:51 WIB
Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh (Foto : x.com/dhemit_is_back)
Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh (Foto : x.com/dhemit_is_back)

INSIBERNEWS - Media sosial ramai memperbincangkan sebuah memo yang viral karena diduga berisi titipan siswa dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Dalam unggahan yang menyebar luas itu, terlihat sebuah surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dan ditujukan langsung ke salah satu SMA Negeri di Kota Cilegon.

Baca Juga: Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome

Yang membuat publik geram, memo tersebut tidak hanya berisi permintaan agar siswa tertentu dibantu dalam proses penerimaan, tetapi juga memuat stempel resmi dari DPRD Banten. Pada bagian akhir surat tertulis singkat namun bermakna, “Mohon dibantu dan ditindaklanjuti,” yang seolah memberi kesan adanya upaya intervensi terhadap jalur seleksi.

Baca Juga: Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan

Menanggapi kehebohan ini, Budi Prajogo selaku Wakil Ketua DPRD Banten akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa surat tersebut memang berasal dari dirinya, namun menegaskan bahwa ia hanya menandatangani dokumen yang dibawa oleh staf.

“Staf datang minta tanda tangan saja, stempel dan foto itu staf yang buat. Saya tidak tahu soal stempel itu,” jelas Budi saat memberikan klarifikasi pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Baca Juga: Menteri Karding Klarifikasi Soal Pernyataan Kontrovesial WNI Cari Kerja di Luar Negeri

Lebih lanjut, Budi mengaku tidak memiliki hubungan personal maupun mengenal siswa yang disebut dalam surat tersebut. Ia mengklaim tidak ada niat untuk mencampuri proses seleksi yang sudah berjalan sesuai aturan.

“Saya tidak pernah intervensi dalam urusan SPMB. Diterima atau tidaknya, itu sepenuhnya saya serahkan ke pihak sekolah,” tambahnya.

Baca Juga: Segera Diumumkan 2 Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Legalkan Sumur Minyak Rakyat

Fakta yang terungkap kemudian, siswa yang tertulis dalam memo tersebut tetap tidak diterima di sekolah tujuan karena nilainya tidak mencukupi dalam sistem seleksi berbasis domisili dan prestasi. Posisi siswa tersebut tergeser oleh peserta lain dengan nilai rapor lebih tinggi.

Menyadari polemik yang terjadi di tengah masyarakat, Budi akhirnya meminta maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi.

Baca Juga: Selamat! Musisi Nadin Amizah Resmi Dilamar Faishal Tanjung, Vidi Aldiano dan Sheila Dara: Lamaran Adik-adik Tersayang

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X