INSIBERNEWS - Media sosial ramai memperbincangkan sebuah memo yang viral karena diduga berisi titipan siswa dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.
Dalam unggahan yang menyebar luas itu, terlihat sebuah surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dan ditujukan langsung ke salah satu SMA Negeri di Kota Cilegon.
Baca Juga: Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome
Yang membuat publik geram, memo tersebut tidak hanya berisi permintaan agar siswa tertentu dibantu dalam proses penerimaan, tetapi juga memuat stempel resmi dari DPRD Banten. Pada bagian akhir surat tertulis singkat namun bermakna, “Mohon dibantu dan ditindaklanjuti,” yang seolah memberi kesan adanya upaya intervensi terhadap jalur seleksi.
Baca Juga: Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan
Menanggapi kehebohan ini, Budi Prajogo selaku Wakil Ketua DPRD Banten akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa surat tersebut memang berasal dari dirinya, namun menegaskan bahwa ia hanya menandatangani dokumen yang dibawa oleh staf.
“Staf datang minta tanda tangan saja, stempel dan foto itu staf yang buat. Saya tidak tahu soal stempel itu,” jelas Budi saat memberikan klarifikasi pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Baca Juga: Menteri Karding Klarifikasi Soal Pernyataan Kontrovesial WNI Cari Kerja di Luar Negeri
Lebih lanjut, Budi mengaku tidak memiliki hubungan personal maupun mengenal siswa yang disebut dalam surat tersebut. Ia mengklaim tidak ada niat untuk mencampuri proses seleksi yang sudah berjalan sesuai aturan.
“Saya tidak pernah intervensi dalam urusan SPMB. Diterima atau tidaknya, itu sepenuhnya saya serahkan ke pihak sekolah,” tambahnya.
Baca Juga: Segera Diumumkan 2 Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Legalkan Sumur Minyak Rakyat
Fakta yang terungkap kemudian, siswa yang tertulis dalam memo tersebut tetap tidak diterima di sekolah tujuan karena nilainya tidak mencukupi dalam sistem seleksi berbasis domisili dan prestasi. Posisi siswa tersebut tergeser oleh peserta lain dengan nilai rapor lebih tinggi.
Menyadari polemik yang terjadi di tengah masyarakat, Budi akhirnya meminta maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi.
Artikel Terkait
Demi Latih AI, Jutaan Buku Dirusak: Inovasi atau Eksploitasi?
Sadis! Menjadi Korban Bully Pelajar Asal Bandung Ini diseret, dipukul, Lalu diceburkan ke Sumur!
Darah Biru Kepiting Tapal Kuda Jadi Kunci Uji Vaksin, Harganya Capai Ratusan Juta per Liter!
Tren Sepatu Bot di Korea: Dari Kebutuhan Musim Hujan ke Item Fashion!
BRI Berdayakan UMKM Kopi Asal Toraja Ini hingga Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara
Selamat! Musisi Nadin Amizah Resmi Dilamar Faishal Tanjung, Vidi Aldiano dan Sheila Dara: Lamaran Adik-adik Tersayang
Segera Diumumkan 2 Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Legalkan Sumur Minyak Rakyat
Menteri Karding Klarifikasi Soal Pernyataan Kontrovesial WNI Cari Kerja di Luar Negeri
Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan
Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome