INSIBERNEWS - Arab Saudi mulai menerapkan teknologi canggih dalam sistem layanan kesehatannya selama musim Haji 1446 Hijriah. Salah satu terobosan yang cukup mencuri perhatian adalah penggunaan drone atau pesawat tanpa awak untuk mengantar obat-obatan dan perlengkapan medis ke rumah sakit serta fasilitas kesehatan di sekitar tempat suci Makkah.
Langkah ini dinilai sebagai solusi inovatif yang mempercepat distribusi logistik medis di tengah padatnya arus jemaah dan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat Disetop Sementara, Pemerintah Tindaklanjuti Keluhan Warga
Menurut laporan Saudi Press Agency, proyek ini berhasil diluncurkan dan menandai uji coba pertama dalam sejarah pelayanan kesehatan selama ibadah Haji. Kolaborasi ini melibatkan Klaster Kesehatan Makkah dan National Unified Procurement Company (NUPCO) yang secara bersama-sama bertanggung jawab mengelola pengadaan hingga distribusi barang medis ke titik-titik krusial di area suci.
Drone dinilai mampu memotong waktu pengiriman secara signifikan, terutama saat mobilisasi darat terkendala kerumunan.
Salah satu contoh nyata manfaat penggunaan drone ini terlihat saat Rumah Sakit Darurat Mina menerima kiriman es batu secara cepat untuk menangani jemaah yang terkena heatstroke dan kelelahan akibat suhu tinggi.
Pengiriman dilakukan tepat saat prosesi lempar jumrah dimulai pada hari pertama Idul Adha—momen yang selalu memerlukan kesiapan medis ekstra karena jumlah jemaah membludak.
Baca Juga: Naik Hampir 50 Persen, Prabowo Soroti Lonjakan Produksi Jagung Indonesia
Sistem pengiriman ini tidak sekadar asal terbang. Prosesnya melalui tahap persiapan yang matang, mulai dari penentuan kebutuhan medis di tiap fasilitas kesehatan, pengemasan dengan teknologi yang memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan Arab Saudi, hingga pemrosesan dan distribusi barang-barang farmasi, medis, dan laboratorium. Semua tahapan tersebut dikawal ketat agar tidak ada kesalahan, apalagi keterlambatan.
Baca Juga: Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1,200 Ton Jagung Indonesia ke Malaysia
Menariknya, pengiriman ini juga dilengkapi dengan sistem pelacakan real-time yang memungkinkan tim kesehatan memantau pergerakan drone lewat dasbor pusat.
Dengan sistem ini, kendala teknis bisa segera diatasi dan penjadwalan pengiriman dapat dilakukan lebih efisien, bahkan di tengah kondisi darurat sekalipun. Kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa para jemaah.
Artikel Terkait
Nikita Mirzani Dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Kejari Jaksel Kantongi Bukti Uang 3 Milliar dan 1 Mobil
Selain Aturan Jam Malam, Dedi Mulyadi Larang Guru Berikan PR untuk Siswa di Jabar
Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1,200 Ton Jagung Indonesia ke Malaysia
Naik Hampir 50 Persen, Prabowo Soroti Lonjakan Produksi Jagung Indonesia
Patrick Kluivert Coret 5 Nama Ini! Intip Daftar Pemain Timnas Jelang Laga Indonesia vs China di GBK
Was-was Lawan Skuad Garuda, Pelatih Timnas China Sebut GBK Sebagai Kandang yang Menakutkan
Terkait Persoalan Visa Haji Furoda yang Tidak Terbit, Menag Nasaruddin Umar Ungkap Banyak Aturan Baru dari Arab Saudi
Menjaga Kelestarian Lingkungan, BRI Perkuat Aksi Daur Ulang Limbah dan Reduksi Emisi dalam Operasional Perusahaan
Nikmati Libur Idul Adha dengan Nyaman, Nasabah BRI Tetap Dapat Bertransaksi Melalui Layanan Digital Hingga Layanan Weekend Banking
Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat Disetop Sementara, Pemerintah Tindaklanjuti Keluhan Warga