INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto kembali mengungkapkan pentingnya swasembada pangan sebagai langkah untuk menguatkan ketahanan ekonomi Indonesia.
Dalam peluncuran program Gerakan Indonesia Menanam yang digelar di Banyuasin, Sumatera Selatan, Prabowo menekankan bahwa upaya ini harus dimulai dari tingkat rumah tangga.
Salah satu langkah praktis yang dia ajukan adalah menanam cabai di halaman rumah untuk mengatasi fluktuasi harga yang sering terjadi di pasar.
Baca Juga: Putin Umumkan Gencatan Senjata Sementara di Ukraina, Ajak Negosiasi Damai
Prabowo menjelaskan bahwa usulan ini sebenarnya datang dari Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Menurutnya, jika setiap keluarga menanam minimal lima pot cabai, maka harga cabai yang kerap melambung tinggi bisa menjadi lebih stabil.
Tidak hanya cabai, Prabowo juga mendorong masyarakat untuk menanam komoditas lain seperti tomat, timun, dan bahkan memelihara ikan lele di halaman rumah. Ia percaya bahwa pemanfaatan teknologi pertanian rumah tangga dapat meningkatkan hasil tanaman secara signifikan.
Baca Juga: Kim Jong-un Tegaskan Tentara Korea Utara di Rusia Adalah Pahlawan Sejati
Dalam pandangannya, swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi harus melibatkan kerjasama antara berbagai pihak, mulai dari ulama hingga insinyur komputer.
Prabowo menekankan bahwa modernisasi pertanian membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang menjadi dasar untuk mengoptimalkan produksi pangan domestik.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum di Hari Rabu, Foto Selfie Jadi Bukti Laporan
Hal ini, menurutnya, akan menciptakan ketahanan pangan yang tidak bergantung pada impor dan menjadikan Indonesia lebih mandiri.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung soal ketahanan ekonomi negara, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar saham. Ia mengingatkan bahwa selama ketahanan pangan terjaga, ketegangan di pasar saham tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Bagi Prabowo, menjaga pangan yang aman berarti menjaga kestabilan negara, tanpa harus tergantung pada dinamika pasar global.
Baca Juga: Suparta, Terpidana Kasus Korupsi PT Timah Meninggal Dunia di RSUD Cibinong
Artikel Terkait
Tuai Sorotan Warganet, Istana Beberkan Alasan Gibran Bikin Konten Monolog di Medsos
Kelola Aset Rp14.000 Triliun, Danantara Resmi Pegang Kendali 844 BUMN
Menteri Pakistan Ancam India dengan Senjata Nuklir, Ketegangan Semakin Membara
Tokoh Muda Gen Z Ajak Dialog Santai, Jawab Wacana Pelengseran Gibran
Jonathan Frizzy Diperiksa Polisi Terkait Kasus Narkoba, Status Masih Sebagai Saksi
Bersikap Tegas! Prabowo Imbau Para Dirut BUMN di Rapat Danantara: Salahgunakan Fasilitas dan Kewenangan, Ganti!
Pemprov Jakarta Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum di Hari Rabu, Foto Selfie Jadi Bukti Laporan
Suparta, Terpidana Kasus Korupsi PT Timah Meninggal Dunia di RSUD Cibinong
Kim Jong-un Tegaskan Tentara Korea Utara di Rusia Adalah Pahlawan Sejati
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sementara di Ukraina, Ajak Negosiasi Damai