PPMI Ungkap Terjadi Pelecehan Seksual oleh Aparat Gabungan pada Jurnalis di Demo Tolak UU TNI

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Selasa, 25 Maret 2025 | 13:42 WIB
Tindakan represif dilakukan oleh aparat pada jurnalis dan tim medis di demo penolakan UU TNI (Akun X @permangalam)
Tindakan represif dilakukan oleh aparat pada jurnalis dan tim medis di demo penolakan UU TNI (Akun X @permangalam)

INSIBERNEWS - Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengungkap terjadinya tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.

Peleceran seksual tersebut diduga dilakukan oleh aparat gabungan terhadap jurnalis dan relawan medis selama unjuk rasa penolakan revisi UU TNI di Malang, Jawa Timur, pada Senin (24/3/2025).

Insiden ini mencoreng wajah demokrasi Indonesia dan menjadi bukti pelanggaran HAM berat oleh aparat keamanan.

Baca Juga: Bahrain Sindir Timnas Indonesia: Miliki 300 juta penduduk, tapi datangkan pemain dari Belanda

Menurut laporan, para relawan yang sedang mengevakuasi korban luka dan sesak napas justru menjadi sasaran penyerangan.

Termasuk dorongan, pukulan tongkat, ancaman pembunuhan verbal, dan ujaran kebencian.

Dilansir INsibernews dari akun X @persmangalam (25/3/2025), aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh ketika aparat mulai melakukan tindakan represif.

Baca Juga: Kontroversi Pernyataan Dubes Israel untuk Austria yang Usulkan Hukuman Mati untuk Anak Palestina

Yang paling memprihatinkan, kekerasan tidak hanya dialami massa aksi, tetapi juga ditimpakan kepada pihak netral seperti tim medis dan jurnalis.

PPMI menerima laporan bahwa beberapa jurnalis perempuan mengalami pelecehan seksual berupa sentuhan tidak senonoh oleh oknum aparat saat meliput kerusuhan.

Relawan medis yang bertugas menangani korban luka justru menjadi sasaran kekerasan sistematis.

Baca Juga: Pelatih Bahrain Nilai Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia Tidak Cerminkan Kemampuan Tim

"Tim medis dipukul mundur dari posko, alat-alat medis dihancurkan, dan beberapa relawan mengalami kekerasan seksual serta ancaman pembunuhan verbal," tulis akun X @persmangalam.

Seorang massa aksi yang berusaha melindungi paramedis justru dikeroyok dan hampir diculik aparat.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X